
Umur bagi kita adalah sesuatu yang penting, seringkali menjadi tolak ukur dalam kehidupan sehari-hari. Misal bila ada keluarga/teman yang berulang tahun kita mendoakan agar mereka diberikan ‘umur yang panjang’. Bila ada yang wafat dikatakan sebagai ’tutup umur’. Dalam melamar kerja pun umur adalah faktor yang penting karena berkaitan dengan pengalaman dan kemampuan seseorang. Hal yang sama juga dalam ilmu kedokteran, di mana umur banyak berpengaruh terhadap kondisi kesehatan dan pengobatan seseorang.
Umur memang menarik untuk dipelajari. Ada satu bidang ilmu kedokteran (saya lupa namanya…) yang khusus mempelajari tentang anti penuaan (tapi bukan Geriatri). Tapi,mmm… apakah umur semata-mata hanya sebatas angka mati yang terus bertambah setiap harinya dan berhenti di setelah seseorang wafat? Atau ada definisi lain yang lebih luas
Setidaknya, ada tiga jenis umur yang saya ketahui.
1. Umur kronologis
Umur kronologis merupakan pengertian umum yang paling sering dipakai. Sering disingkat sebagai ‘umur’ saja. Berapakah umur Anda, maka silakan kurangkan tanggal hari ini dengan tanggal lahir Anda, itulah umur Anda. Apakah 25 tahun, 76 tahun, 3 dasawarsa atau 4 bulan 10 hari, itu disebut umur kronologis. Umur yang bisa diukur dengan numerik.
2. Umur biologis
Agak sedikit berbeda dengan sebelumnya, ada yang disebut dengan umur biologis. Yaitu umur yang ditinjau dari segi kesehatan jasmani seseorang. Umur ini sulit diukur dengan angka, namun bisa diperkirakan dengan menilai kondisi fisik seseorang. Misalnya ada seorang Opa/Oma dengan umur (kronologis) 70 tahun, namun dia masih segar bugar, beraktivitas dan bersosialisasi seperti biasa tanpa ada halangan penyakit/keluhan. Persis seperti waktu masih muda. Maka dikatakan umur biologisnya lebih muda dari umur kronologisnya. Istilah kerennya, Awet Muda.
Sebaliknya ada juga orang yang masih relatip muda, katakanlah 25-30 tahun, namun mengalami serangan jantung dan berbagai efeknya, maka boleh dikatakan umur biologisnya melampaui dari umur kronologisnya. Karena bukan sesuatu yang lazim orang seusia tsb terkena serangan jantung yang umumnya dialami oleh orang yang lebih tua darinya. Kemungkinan dia punya genetik yang buruk ditambah pola hidup yang juga kurang baik.
Ada suatu penyakit genetik yang menyebabkan penuaan dini, namanya Progeria. Anak-anak berusia 4-5 tahun namun tampilannya menyerupai nenek-nenek 70 tahun. Terdapat gangguan pertumbuhan, keriput, kebotakan/alopecia, rentan terhadap penyakit, kemunduran fungsi kognitif, mental dll. Silakan baca di sini untuk mengetahui lebih lanjut.
3. Umur psikologis
Yang terakhir ini adalah umur psikologis. Ah… Anda semua pasti sudah paham. Umur yang dapat diperbandingkan dari kematangan jiwa dan pribadi seseorang. Orang yang usia tua bisa berperilaku seperti anak-anak, sedangkan yang muda dapat tampil arif dan bijaksana layaknya orang tua. Itulah umur psikologis, atau umur kejiwaan.
Umur ideal
Ada pertanyaan, seperti apakah umur yang ideal itu? Yang pasti, umur kronologis tidak bisa disetop. Ia akan terus bertambah sejalan dengan hari-hari kita. Tetapi umur biologis dan psikologis bisa dimodifikasi untuk membentuk umur yang ideal.
Umur yang ideal adalah dengan umur kronologis kita saat ini, kita memiliki umur biologis yang lebih muda dan umur psikologis yang lebih tua dari sekarang.
Artinya, kita sehat secara jasmani serta matang secara jiwa. Contohnya, pada umur 40 kita punya kesehatan layaknya umur 17 namun jiwa seperti umur lanjut (bijaksana, penyabar, dsb). Bagaimana caranya? Yaitu dengan memelihara dan meningkatkan kesehatan jasmani, a.l. rajin beraktifitas fisik, makan makanan sehat, hindari stress, stop rokok, jauhi tempat-tempat yang berpotensi menyebabkan penyakit dll. Serta untuk kedewasaan jiwa dengan memperbanyak belajar dari pengalaman diri sendiri dan orang yang lebih tua, banyak mendengar, bersabar, arif bijaksana, serta selalu mendekatkan diri dengan Sang Pencipta.
Apakah mustahil memiliki trias umur yang seperti itu? Saya rasa tidak. Ada banyak orang yang sukses menerapkannya. Paling tidak memiliki umur biologis yang lebih muda dari umur kronologisnya. Sebagai contoh, Anda tahu Om Bob Sadino? Di usianya yang sudah lanjut dia masih segar bugar dan menjalankan perusahaan sebagaimana biasa.
Tidak sedikit juga orang yang berusia muda namun tampil bijaksana layaknya orang berpengalaman. Pada intinya adalah bagaimana mencapai kualitas hidup yang tinggi, yaitu jasmani dan kejiwaan yang sehat pada umur berapapun.
seringkali tertipu juga dengan penampilan seseorang yang ternyata umurnya jauh dibawah saya
Anti penuaan sering disebut sebagai anti aging.
Kata Pak Mario Teguh dalam acara “Goden way” di Metro TV setiap hari Minggu pukul 19.00 – 20.00: “Biar umur pendek asal cemerlang, dari pada umur panjang tapi redup.”
“Umur pendek asal cemerlang” bisa berarti meskipun ia sudah meninggal dunia tetapi karyanya, prestasinya, dan amal baiknya akan tetap dikenang dan berarti panjang umurnya.
Masalah umur akhirnya hanya Tuhan yang menentukan.
Dalam kitab Mazmur 90 ayat 19 dikatakan:
“Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru dan kami melayang lenyap.”
Salam
Maaf ada ralat:
yang benar kitab Mazmur 90 ayat 10
Wah tips-nya bagus.
Oh iya, skrg banyak cara utk membuat umur biologis kita tampak muda. Konon teknologi nano bisa melakukannya. Entah kayak apa itu. Hehehe…
Salam
berarti kalo mendo’akan orang yang ulang tahun bukan semoga panjang umur yaa bang, tapi semoga umur kamu ideal.. hehe.. bener tak??
Wah… Lagi ngebagi-bagi umur neh..
Jadi inget waktu muda dulu.
Sayang,sekarang saya sudah tua.. Uhuk..huk..huk.. Huaciis..!
Itu makanya saya heran ..?
Sekalipun manusia diberi kesempatan memiliki kekayaan separuh Bumi ini.., ternyata kendala yg paling utama yg menghalanginya adalah Umur atau usia yg membatasi manusia itu sendiri…