Sebuah kejutan menanti mengawali semester ini – kalau bisa disebut demikian. Di semester baru ini stase klinik saya akan bermula di bagian Geriatri.
Oh, ya, baiklah. Saya lihat dahi Anda sedikit melengkung.
Begini. Pendidikan kedokteran umum dibagi ke dalam dua tahap besar, preklinik dan klinik. Saya yang sudah menyelesaikan pendidikan preklinik, sekarang boleh melanjut ke tahap kerja klinik. Bersentuhan langsung dengan pasien di lapangan. Untuk semester/tahun ini ada sebelas stase (semacam kelas di klinik) yang harus dilalui:
- Emergency Medicine – Unit Gawat Darurat
- Mata
- THT – Telinga Hidung Tenggorok
- Kulit dan Kelamin
- Psikiatri – Kedokteran Kejiwaan
- Kardiologi – Jantung
- Pulmonologi – Paru
- Neurologi – Syaraf
- Geriatri – Aging Medicine
- Forensik – Medikolegal
- Anestesiologi
Dari sekitar 180-an mahasiswa yang ada, semua akan disebar ke dalam kelas-kelas ini, dan akan berotasi setiap tiga minggu sekali sampai semua kelas terlalui. Kebetulan, saya mendapat kesempatan untuk mulai dari stase Geriatri. Maka tiga minggu berikutnya akan pindah ke Forensik, lalu Anestesiologi, dst. Rekan-rekan yang lain, ada yang mendapat stase pertama di bagian Psikiatri, Kulit, dsb.
Ilmu Geriatri (atau gerontologi) secara singkat, adalah cabang ilmu kedokteran penyakit dalam yang memfokuskan perhatian pada kesehatan orang-orang lanjut usia. Seperti yang kita tahu, penyakit pada kaum lansia sangat banyak dan kompleks, serta membutuhkan kajian yang sedikit berbeda dibanding pasien umumnya. Mengingat cadangan kemampuan faali dan mental para lansia sudah jauh berkurang dibanding ketika masih muda dan bugar.
Jika dibandingkan dengan ilmu-ilmu lainnya, kemampuan yang dibutuhkan di stase Geriatri ini bersifat menyeluruh dan terintegrasi. Artinya sebelum praktik Geriatri diharapkan sudah menguasai ilmu-ilmu lain terlebih dahulu seperti Kardiologi, Pulmonologi, Neurologi, dsb. Karena ini adalah stase pertama saya, maka saya harus mempersiapkan diri dgn ilmu-ilmu penunjang khususnya dari bagian Penyakit Dalam terlebih dahulu.
Nah, jadi.. Ada kemungkinan saya akan sibuk selama beberapa waktu ke depan. Belajar memeriksa para oma/opa . Bagian Penyakit Dalam, yang menaungi Geriatri, terkenal gemar memberi tugas berupa makalah dan laporan “pengkajian”. Tidak tertutup kemungkinan blog saya yang rendah mutunya ini akan jarang terbaharui sampai beberapa waktu ke depan.
Oh, saya juga membaca literatur Penyakit Dalam bab Geriatri dan buku teks Geriatri yang sering dijadikan rujukan itu. Tidak, tidak berharap saya akan jadi ekspertis di sini. Tapi minimal jangan sampai kelihatan tidak tahu alias kosongan. Ujung-ujungnya, kan, kasihan pasiennya, para oma/opa dan aki-aki.
Sampai jumpa.

oma opanya pasti senang ya diperiksa pak dokter keren
Oke, Bang Tobing, moga sukses ya melalui semua stase yang ada!
keren banget tuh nama “geriatri”
sukses banggg
Dulu saat kuliah saya belajar subjek Geriatri. Sekarang saya merasakan menjadi objek Geriatri ( o.k. usia sudah ber KTP seumur hidup ) dan masih tetap belajar subjek Geriatri terhadap Opa dan Oma yang tinggal di Panti Wreda Kasih milik gereja kami.
Kemarin kami ( Pengurus Panti ) merayakan HUT ke 74 Opa M.
Opa ini merasa senang dapat tinggal disini, ada yg merawat dimasa senjanya, tiap hari bergaul dengan Opa dan Oma yang sebaya.
Oleh karena giginya sudah ompong semua, Saya usulkan agar ia mau pakai Gigi Protese ( biaya ditanggung Panti ). Ia menolak dg alasan ia sudah terbiasa makan tanpa gigi. Saya berkali-kali memotivasi agar mau pakai Protese agar dapat makan dengan lebih baik. Ia tetap menolak. Aneh juga nih orang.
Ini suatu bukti lagi bahwa “Untuk berbuat baikpun, ternyata tidak mudah.”
Salam sukses.
Sampai jumpaaaa…
(jadi inget film Unyil)
istilahnya aneh bang, hehe.. selamat jalan-jalan yaaa, yang sabar mengurus oma/opa.. soalnya orang tua saya sering banget bilang, kalo kita sabar dan mau mengurus para orang tua yang sudah sepuh (oma/opa), nantinya ketika kita sudah tua akan ada yang melakukan hal sama ke kita, begitu juga sebaliknya..
jadi inget kakek dhe yang dulu sering dhe godain, sekarang udah nggak ada lagi..
5tahun saya punya pasien oma, yg penting yes yes ga usah mbantah pasti dia udah seneng xixixi. Tp kalo udah pikun kaya pasien saya, ampun dah hehe.
Met tugas pak dokter
paslihat gambarnya kirain buku cerita wayang..hehehe
ga taunya tentang kedokteran toh…
salam kenal
Pingback: Umur Manusia « rod-tobing weblog™
Pingback: Pasien Lansia « rod-tobing weblog™