Antara Blog, Sadino, dan Maslow

Tulisan ini menyambung tulisan sebelumnya mengenai “Ngeblog, Buat Apa dan Siapa?” .

Ketika membaca buku Belajar Goblok dari Bob Sadino beberapa waktu yang lalu, ada sepatah kalimat yang menarik perhatian saya di akhir pembahasan:

“Jika menilik hirarki kebutuhan ala Maslow, maka terjunnya Om Bob ke dunia layar kaca dan layar lebar, tidak dengan motivasi materi. Kebutuhannya sudah mencapai tahapan yang paling tinggi yaitu aktualisasi diri.” (Dodi Mawardi, Belajar Goblok dari Bob Sadino)

Sebagaimana yang kita ketahui, Bob Sadino adalah ikon entrepreneur sukses di bidang usaha terutama pertanian dan peternakan, serta memiliki banyak karyawan dan nama besar yang disegani di kalangan entrepreneurship dalam dan luar negeri. Di luar kegiatan bisnis usahanya, ia juga seorang seniman yang membintangi beberapa film, sinetron, dan iklan tanpa mengharapkan imbalan materi. Kegiatan berkarya seni tsb semata-mata hanya untuk aktualisasi diri.

Aktualisasi diri.

Abraham Maslow, seorang professor di bidang psikologi humanistik, dalam paper-nya berjudul A Theory of Human Motivation (1943) pernah menyampaikan sebuah teori  mengenai The Hierarchy of Needs atau Hirarki Kebutuhan (Manusia). Teori ini membagi kebutuhan manusia ke dalam lima tingkatan, dengan kebutuhan terbesar ada di bawah dan semakin ke atas semakin mengerucut sehingga berbentuk mirip piramid. Ke lima tingkatan kebutuhan tersebut, dari bawah ke atas, adalah:

  1. Kebutuhan fisiologis: air, udara, makanan, dsb.
  2. Kebutuhan rasa aman: jaminan keamanan, stabilitas, perlindungan, dsb
  3. Kebutuhan dicintai dan disayangi: individu, keluarga, masyarakat, dsb
  4. Kebutuhan harga diri: kekuatan, kompetensi, status, gelar, dsb.
  5. Kebutuhan aktualisasi diri.

Secara logis pemenuhan kebutuhan akan diprioritaskan mulai dari yang terendah sekaligus terbesar, yaitu kebutuhan fisiologis terlebih dahulu. Setelah kebutuhan fisiologis terpenuhi, lalu beranjak kepada kebutuhan rasa aman, dan seterusnya. Dengan demikian kebutuhan untuk aktualisasi diri hanya akan terpenuhi setelah keempat kebutuhan di bawahnya juga telah terpenuhi.

Lantas, apa kaitannya antara Blog, Bob Sadino, dan Abraham Maslow? Apakah Bob Sadino dan Maslow seorang narablog? Bukan, ternyata.

Blog sebagai aktualisasi diri

Kemaren saya menulis panjang tentang mengapa harus ngeblog. Hari ini saya menemukan satu alasan lagi: ngeblog sebagai aktualisasi diri.

Pada setiap narablog yang saya ketahui – dengan pengecualian beberapa orang - hampir semuanya mengasuh blognya secara privat alias menampilkan sisi terbaik kehidupannya untuk ditayangkan ke dalam blog masing-masing.

Kedengaran membingungkan? Singkatnya, blog adalah ruang pamer. Memamerkan sisi terbaik diri kita. Kita membagi apa yang kita miliki ke dalam blog. Kita menulis apa yang kita pikirkan ke dalam blog. Diri kita teraktualisasikan dan terekspresikan ke dalam blog.

Jika blog adalah sarana aktualisasi diri, maka dengan perkataan lain keempat kebutuhan di bawah ‘aktualisasi diri’ dalam piramida Maslow harus sudah terpenuhi.

Coba cek. Ngeblog membutuhkan modal yang tidak sedikit: PC/laptop, koneksi internet, waktu dan tempat, kondisi-kondisi yang mendukung, dsb. Alih-alih memperoleh keuntungan (materi), aktifitas ngeblog malah menguras kocek. Namun aktifitas ini justru memberi rasa puas di hati para blogger. Sehingga sulit diterima jika ada orang yang ngeblog tapi kebutuhan fisiologis dan keamanan dirinya sendiri masih belum jelas. Untuk orang seperti itu barangkali ia akan lebih memprioritaskan kebutuhan lain terlebih dahulu sebelum kebutuhan aktualisasi diri.

Ngeblog adalah soal hati, pasal suka-suka – Antyo Rentjoko aka Paman Tyo

Saya merasakan bahwa blog adalah sarana aktualisasi diri. Ketika sibuk maka saya berhenti ngeblog sejenak. Saya harus memenuhi kebutuhan lain di bawahnya, katakanlah harga diri (kompetensi, jabatan), dan setelah terpenuhi barulah kembali blogosfer. Jarang saya ngeblog bila sedang sakit kepala, akan menghadapi ujian atau besok ada tugas yang harus diserahkan.

Bagi banyak blogger, terlepas dari apa latar belakang mereka, ngeblog memberi kesempatan untuk mengekspresikan diri dengan gaya masing-masing. Siapapun bisa mengekspresikan dirinya di dalam blog, mulai dari pelajar, ibu rumah tangga, hingga profesor dari universitas anu. Bebas merdeka. Sebab tidak lagi pusing memikirkan kebutuhan jasmani karena sudah terjamin ketersediannya.

Teruntuk para sejawat narablog, saat ngeblog sebaiknya pastikan terlebih dahulu bahwa kebutuhan lain sudah dipenuhi. Jangan sampai lupa memenuhi kebutuhan fisiologis (katakanlah buang air kecil) semata-mata karena hanya ingin ngeblog, guna mengekspresikan diri.

©Gambar dipinjam dari sini

3 thoughts on “Antara Blog, Sadino, dan Maslow

  1. Seperti photoblog saya, tempat pamer foto. :D

    dari blog dan foto2 di dalamnya pembaca bisa tahu bahwa itu pasti blog nya mas asop :D
    #mikhael

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s