Ngeblog, Buat Apa dan Siapa?

Kemarin hari saya berbincang-bincang dgn salah seorang yunior kami dalam perjalanan menuju ke kampus.

“Bang, blog abang itu terkenal lho di angkatan kita. Kita suka lihat beberapa artikel untuk dijadikan referensi tugas.” kata ybs. (Artikel yang dimaksud berada di bawah halaman Medik).

“Oh ya?”, saya mendelik.

“Iya, artikel di blog abang juga update terus.”, tambahnya lagi “Abang memang hobi ngeblog ya?”

“Kalau dibilang hobi ya tidak terlalu juga. Sewajarnya saja. Kamu gimana, punya blog?” pancing saya.

“He..he..he… suka nulis juga sih bang, kepingin juga punya blog. Tapi takut nggak teratur update-nya,”

Kami pun melanjutkan perbincangan, di mana saya mencoba menjelaskan tentang manfaat blog dan memotivasi ybs utk menulis di blog.

Blog yang Anda baca saat ini saya dirikan tiga tahun yang lalu. Dengan domain yang sedikit aneh, sectiocadaveris (yang artinya: bedah mayat). Sempat juga saya membeli hosting berbayar, namun karena terlalu berat, saya kembali ke WordPress.

Menurut saya, blog adalah salah satu tanda mata dunia pada dekade 2000-an ini. Bersamaan dengan merebaknya internet, maka jejaring sosial, blog, citizen journalism, e-book, dsb adalah derivat/turunannya. Terlebih koneksi internet semakin murah dan terjangkau, rasanya rugi kalau tidak memanfaatkan semua itu.

Saya punya akun Facebook, Twitter, dan WordPress. Tapi dari kesemuanya itu, saya  condong ke WordPress. Karena di WordPress saya bebas berorasi sepanjang-panjangnya. :mrgreen:

Bagi banyak orang, tujuan ngeblog bisa bermacam-macam. Mulai hanya untuk sekedar menulis, menyebarkan ide-ide, untuk cari uang (melalui program monetize dan Adsense), untuk membangun komunitas, hingga untuk cari keributan. Yang terakhir ini sebaiknya jangan dilakukan.

Adapun buat saya, blog adalah tempat untuk menuangkan apa yang tak sempat terkatakan dan takkan terucapkan dalam kehidupan nyata. Maklum, berapa banyak sih orang yang mau mendengar ceramah soal cara mensetting printer atau pohon mangga di rumah sebelah? :D

Fungsi lain dari blog menurut saya juga untuk mengawetkan pikiran kita. Blog ibarat lemari arsip besar gratis yang bisa dibuka kapanpun dimanapun. Inilah alasan mengapa saya tidak memakai hosting berbayar, karena jika masa pakainya habis maka domain kita diberangus, akibatnya tulisan bisa hilang semua. Gimana kalau tahun depan saya modhiyar? :D

Menulis blog juga bisa sebagai terapi kejenuhan. Ada kalanya kita jenuh dalam aktivitas rutin sehari-hari. Daripada bosan lalu berlaku vandal bukankah lebih baik menulis? Bila tidak ingin langsung dipublikasikan, tulisan bisa disimpan dulu, diendapkan, lalu suatu saat disunting kembali agar tulisan yang dihasilkan lebih matang dan, ibarat bulir-bulir padi, bernas.

Teratur

Ada jargon bahwa blogger harus teratur posting. Pertanyaannya, haruskah saya menulis teratur? Ada blogger yang bisa memperbaharui artikelnya setiap hari, dengan topik menarik dan langsung membalas komentar yg ditujukan padanya dalam seketika. Tapi bagi saya, tidak ada alokasi waktu khusus untuk menulis. Sesempatnya saja.

Sebab menulis tergantung milieu extreneur dan milieu intreneur (lingkungan luar dan dalam). Lingkungan luar misalnya: kesibukan, koneksi internet, ketersediaan PC untuk ngetik, dsb. Lingkungan dalam misalnya: ide, inspirasi, suasana kebatinan,dsb.

Maka blog ini tidak bisa terbaharui secara teratur. Bisa saja sebulan tidak ada artikel baru, tapi bisa juga dalam sehari muncul tiga atau empat sekaligus. Tidak ada tuntutan bagi saya berapa intens harus menulis. Ngeblog adalah soal hati, meminjam istilah  paman Tyo. Kalau sedang jenuh ya tidak usah dipaksakan, santai saja :D

Lantas sampai kapan ngeblog, ini juga pertanyaan unik. Saya hanya bisa menjawab: sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Mungkin sampai WordPress ditutup. Ya, namanya juga memakai hostingan gratis dari WordPress, tidak ada batasan waktunya kan? Beda dengan hostingan berbayar, yang mana setiap tahun harus diperbaharui (termasuk semangat ngeblognya harus dipompa tiap tahun).

Sejawat blogger

Dalam diri seorang blogger pasti ada keinginan sebagai berikut: dengan teratur menulis artikel, lantas di-posting, lalu berharap artikelnya segera di-view oleh banyak orang, diikuti komentar yang ramai riuh.

Tapi tidak demikian dengan saya. Mau dilihat atau tidak, dikomentari atau tidak, the show must go on! Sangat sulit kalau kita menulis dengan berharap akan iming-iming view tinggi dan komentar bejibun. Prinsip menulis saya adalah buat diri sendiri, syukur kalau bisa bermanfaat buat orang lain ya. Kembali lagi ke atas, blog adalah terapi kejenuhan, bukan?

Mengenai blogger lain (saya suka menyebutnya sejawat blogger, karena kita semua bernaung di bawah Jawatan Blog Indonesia :D ), interaksi dengan mereka adalah bagian dari aktivitas ngeblog saya.

Saya berupaya menyempatkan diri untuk berkunjung ke blog tetangga. Tujuannya untuk membaca artikel menarik (kegiatan ini sudah saya lakukan semenjak belum punya blog). Juga untuk mencari inspirasi dan hal-hal positip dan bermanfaat. Kalau ada artikel yang berkesan biasanya saya meninggalkan komentar.

Komentar yang baik bukan sekedar, “Pertamax gan, kunjungi balik yaa..” atau semacamnya. Komentar yang baik adalah menyangkut konten yang sedang dibicarakan, dan diusahakan bersifat dua arah (membangun diskusi). Dan (yang menarik) saya tidak selalu mengharapkan akan dikunjungi balik. Tetapi apabila blogger tsb berkunjung balik ke tempat saya, maka nyatalah bahwa ybs ingin membangun persahabatan di dunia maya ini.

Jadi resumenya, ngeblog bukan soal keteraturan, kemampuan menulis, keahlian menelikung kata-kata dsb. Mengenai apa yang ditulis sepanjang tidak merusak diri sendiri dan orang lain, ya silakan dituangkan. Sebebasnya, seluasnya. Ngeblog adalah soal hati. Mari bangkitkan kegairahan ngeblog. Mari ngeblog.

©Gambar dipinjam dari sini

11 thoughts on “Ngeblog, Buat Apa dan Siapa?

  1. Mari kita nge-blog. Dan benar, sesempatnya saja. Namun banyak juga blogger yg sudah mendedikasikan hidupnya untuk ngeblog, karena dari nge-blog bisa menjadi penghasilan. Istilahnya blogger profesional, full timer blogger, dll. Arahnya sudah ke jurnalis rakyat.

    Salam

    sejauh ngeblog adalah tentang having fun, apakah untuk mengisi waktu luang atau me-monetize-nya maka tidak ada alasan utk tidak ngeblog. :D
    salam
    #mikhael

  2. Orang bijak pernah berkata “Menulis adalah salah satu cara untuk menghilangkan Stres.”

    Berangkat dari ucapan beliau, akhirnya saya menulis di buku notes dan di website milik ISP saya yang sekarang sudah almarhum. Akhirnya di Blogger. Banyak yang beri komentar Blog saya ( http://www.basukipramana.blogspot.com ) jelek, kuno dll.

    Semua komentar saya terima dengan lapang dada.
    Bagi saya bukan bagusnya pehampilan Blog itu, tetapi apa isi Bog itu.

    Saya tidak peduli Blog saya dikunjungi Blogger lain atau tidak. Yang penting saya sudah menuliskan pengalaman saya dan apa yang saya rasakan saat saya menulis dan posting artikel tadi ke Bog saya.

    Anehnya banyak yang berkunjung dan minta konsutasi kesehatan ( gratis lagi ), padahal BLog saya bukan Ruang Konsultasi Kesehatan. Saya tidak tega kalau saya tidak menjawab dengan apa yang saya ketahui. Mungkin dapat bermanfaat, minimal dapat membuat keluhannya berkurang.

    Tidak habis pikir saat saya mengasuh Ruang Konsulatsi Kesehatan di website yang sudah ditutup itu, saya mendapat pertanyaan dari Ibu Rumah Tangga dan Karyawan yang berdomisili di luar negeri: Paris, Melbourne, Kuala Lumpur, Icelandia, Amsterdam dll yang ditulis dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Mungkin mereka itu orang Indonesia yang berdomisili disana o.k. suaminya sedang bertugas disana atau sedang bekerja disana.

    Kapanpun Internet dapat diakses, maka email, pertanyaan dll dapat dikirim dan diterima dalam bilangan menit saja dan dalam 24 jam lagi. Siapa saja, kapan saja, dimana saja ( mirip slogan Coca Cola ) Internet dapat diakses, maka semuanya dapat berjalan lancar.

    Saya berterima kaih atas kemajuan Tehnologi Komunikasi sehingga saya dan putra/i kami yang stay di Sydney dapat saling berkomuniasi dengan mudah.

    Jangan kecil hati bila Anda di kritik sehingga Anda jatuh bangun.
    Orang bijak berkata pula “Kalau tidak penah jatuh, kapan mau bangkit?”

    he..he.. benar juga ya. Sekali waktu kita bisa terjatuh dan sejak saat itu kita bertekad akan bertindak lebih baik lagi. Amin.

    Salam,
    Basuki Pramana.

  3. @Dr.Basuki Pramana

    terimakasih atas sharingnya, sangat bermanfaat dalam memotivasi utk terus menulis dan mempublishnya dalam blog :D

    blog dokter Basuki ini adalah salah satu inspirasi saya dalam menulis, karena cara penyampaian pesannya sangat pas di hati dan komentar serta diskusi langsung dijawab pada hari itu juga.

    mengenai kualitas blog, kadang saya minder juga lihat blog-blog teman yang bagus-bagus, apalagi didesain secara khusus menggunakan perangkat Html dsb. karena saya tidak bisa mendesain, saya lebih mencondongkan diri ke arah konten dan diskusi, sama seperti blog dokter. he…he..

    salam

  4. Luar biasa. Saya sepakat. :)

    Tapi menurut saya, kalo udah punya blog, rasanya sayang kalo gak teratur update. Jadiiiii bagi yang ingin ngeblog (newbie), sebaiknya konsisten menulis. :)

    Kata sebuah pepatah, “gajah mati meninggalkan gading, blogger mati meninggalkan blog (tulisan).” :D

    “gajah mati meninggalkan gading, blogger mati meninggalkan posting, listrik mati meninggalkan rekening” (Paman Tyo) :D
    #mikhael

  5. terkadang kita lupa tujuan awal kita membangun sebuah blog, pertama kali alasannya sederhana, semakin lama bergaul kita juga mulai berpikir ngeblog harusnya begini, mampir ke sana kemari kita pun mulai terdoktrin yang macam-macam, padahal ngeblog itu ya memang soal hari karena setelah ngeblog saya merasakan sebuah terapi perasaan yang menyenangkan, saya tidak mudah galau lagi, saya juga merasa adanya sebuah tempat yang selalu ada buat saya, dia yang diam di sana sebagai benda yang kita sebut ‘blog’

    sepakat. dalam ngeblog kita sebaiknya jadi diri sendiri dan menuangkan apa yang terpikir, bukan memikirkan apa yang semestinya tertuang. :D
    #mikhael

  6. sama kak, awalnya blog bagi saya sebagai sarana untuk mengungkapkan apa yang tidak bisa saya sampaikan dikehidupan nyata. tapi sekarang lebih dari situ, saya mendapat banyak ilmu lewat ngeblog, berbagi cerita, berbagi pengalaman dengan sesama blogger, berbagi pengetahuan, dan tentunya dengan ngeblog juga kita bisa nambah sahabat.. salam persohiblogan deh :)

    sama…. toss :D
    #mikhael

  7. absolutely agreeeee!!!!!
    saya memang baru di dunia bloggy *padahal dah lama bgt mw ng-blog* .. awalnya sempet agak skeptis.. tapi lama2 yaa begini lah.. kadang lagi mood kyanya tap hari mau posting terus… jadi kya addicted.. tp kalu lagi ga ada ide.. ya males ajaa..
    jujur aja siii saya bikin blog sebenernya karena saya butuh “tong sampah” cuma di blog saya bisa buang semua uneg2 ataupun “sampah” lain yang ada.. *inilah resiko jadi “tempat sampah” sahabat2 saya.. * soo terkadang saya ga pake mikir lagi saat nulis blog *seperti kata salah seorang teman saya biarin semuanya mengalir.. *

    yup saya setuju… ngeblog harus dari hati, santai saja….
    #mikhael

  8. Pingback: Antara Blog, Sadino, dan Maslow « rod-tobing weblog™

  9. hahaha, komen di atas adalah komen paling menyebalkan. mbok yao kalo males mbaca ndak usah komentar, saya pun ndak selalu ngasih komentar kalo merasa ndak perlu ngasih komentar. bukan apa-apa, kadang sebuah tulisan memang sudah pas di setiap sudutnya, sampe saya bingung harus ngomong apa :lol:

    melihat jumlah pengunjung sampeyan memang ndak salah junior sampeyan, ini adalah salah satu blog ngetop :D

    betul juga. tapi kalau tulisan itu benar2 pas di hati pasti tangan saya gatel pengin ngasih komen. contohnya kalau saya maen di blog nya mas.
    salam buat kang noyo :lol:
    /mikhael/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s