Jajanan Berbuka Puasa

 (Gambar Ilustrasi)

Kemarin sekitar pukul lima sore, seusai berolahraga (fitness) di dekat rumah, saya menyambangi seruas jalan di kawasan Percetakan Negara, Jakarta Pusat. Tempat yg saya tuju kali ini adalah pusat keramaian di mana banyak pedagang jajanan untuk berbuka puasa. Mereka menggelar dagangannya di sepanjang kaki lima/trotoar jalan.

Walau saya sendiri tidak berpuasa namun pusat jajanan berbuka adalah tempat favorit saya di bulan puasa. Rasanya rugi kalau kita tidak mengunjungi pusat jajanan seperti ini, terlebih ia hanya ada sedia di bulan Ramadhan.

Pedagang jajanan/makanan berbuka di kawasan Percetakan Negara mulai ramai menggelar lapak dan dagangannya sekitar pukul 3 sore. Ada bermacam-macam kudapan/ta’jil yg dijual,seperti lontong, wajit, macam-macam kue basah, gorengan, kolak pisang/kolak ubi, mi, hingga makanan berat seperti nasi lengkap lauk pauknya. Minuman yang ditawarkan juga ada sedia berbagai jenis, seperti es kelapa muda, cendol, bubur sumsum, bubur biji salak, kacang hijau, es buah, dsb. Harganya relatif terjangkau, mulai dari Rp.500 sampai Rp.5000 untuk kudapan/minuman.

Kemacetan

Banyaknya kegiatan jual beli dadakan ini kadangkala menimbulkan kemacetan transiens/sementara, yang akan berakhir dengan sendirinya selepas waktunya berbuka. Kemacetan biasanya terjadi akibat tiga faktor: 1) pedagang yang terkadang meletakkan dagangannya hingga ke jalan 2) bertambahnya jumlah kendaraan yang melintas terutama menjelang jam berbuka puasa dan 3) tidak tersedia tempat parkir bagi pembeli sehingga mereka terpaksa berhenti di bahu jalan.

Kemacetan bahkan terjadi di daerah yang di hari biasa tidak pernah macet sama sekali. Biasanya setengah jam menjelang waktunya berbuka, semakin banyak pengendara yg bergegas ingin sampai di rumah atau membeli kudapan untuk berbuka puasa. Untuk menghindari kemacetan tsb biasanya saya tidak membawa sepeda motor, cukup dengan berjalan kaki. Hitung-hitung olahraga.

Makanan khas

Satu hal menjadi pertanyaan bagi saya, yaitu: Apakah makanan khas berbuka yang hanya ada di daerah ini (Jakarta Pusat)? Pengalaman saya biasanya setiap daerah memiliki makanan berbuka yang khas dan spesifik.

Sebagai contoh, sewaktu tinggal di Medan saya sering mengunjungi Ramadhan Fair yang berlokasi di dekat Masjid Raya kota Medan. Setidaknya ada tiga makanan berbuka khas Medan yang tidak/jarang dijumpai di daerah lain:

1) Anyang, yaitu semacam urap sayuran yang terbuat dari tanaman pakis.

2) Pakkat, yaitu rotan muda yang dibakar lalu dikupas kulitnya. Konsistensinya lunak dan rasanya kelat (semi pahit). Biasanya setelah dibakar pakkat diolah kembali (ditumis/disambal) untuk dimakan bersama nasi putih hangat beserta lauk pauk lainnya. Makanan ini khas dari Batak Mandailing, harganya seribu rupiah per batang.

3) Bubur pedas. Bubur ini dimasak khusus di Mesjid Raya kota Medan selama bulan puasa. Makanan khas dari Kesultanan Deli ini, setiap kali dimasak jumlahnya bisa untuk ratusan orang, yang dibagi-bagikan kepada jemaah yang datang. Bubur ini dimasak secara gotong royong oleh pengurus masjid dengan memakai rempah-rempah yang kuat dan citarasa yang mengundang selera.

Pakkat/Rotan Muda Bakar

Adanya pusat jajanan berbuka seperti ini membawa banyak manfaat. Selain untuk menyediakan kebutuhan berbuka bagi warga/pembeli, juga menyediakan peluang usaha bagi mereka yang berminat. Apalagi di bulan puasa seperti sekarang ini omzet biasanya meningkat. Manfaat lain ialah melestarikan berbagai jajanan khas, karena banyak jajanan yang jarang dijumpai di luar bulan puasa.

©Gambar dipinjam dari sini dan sini

5 thoughts on “Jajanan Berbuka Puasa

  1. Saya sih untuk berbuka buah-buahan saja, bukan sop buah ya. Pokoknya jangan berbuka pakai minuman manis dengan gula. :)

    buah-buahan juga mengandung gula alami (fruktosa), cocok untuk berbuka, dan.. lebih sehat tentunya dibanding minuman manis :D
    #mikhael

  2. Rotan Muda Bakar itu maksudnya tebu bukan kang iia!?!?! emang rotan di makan?!?!

    bukan, itu rotan beneran. bisa dimakan, kan sudah dibakar, lunak kok. setelah dibakar biasanya diolah dgn bumbu, mis: digulai, ditumis, sambal belacan, dsb
    #mikhael

  3. makanan khas Medan aneh2 yaa, serem2 gitu, pakis,rotan, trus bubur pedas.. enak makan pempek aja bro, hahahaha.. :P

    kalau di medan semua makanan bisa diolah jadi nikmat mbak, tinggal pilih… he…he… :D
    #mikhael

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s