
Combustio/Luka Bakar
Petasan, sinonimnya mercon, merupakan benda yg sering dimainkan –terutama di musim liburan dan waktu tertentu- dengan cara diledakkan. Jenisnya ada banyak, sebanyak bahaya yang dapat ditimbulkannya.
…
Kemarin saat hendak bersantap malam bersama keluarga, saya (kami) dikejutkan dengan terdengarnya bunyi ledakan di depan rumah. Saat itu kami sedang berdoa hendak makan, dan bunyi ledakan pertama terdengar disusul tawa riang anak-anak. Dilanjutkan bunyi ledakan kedua, ketiga, hingga ke lima kalinya dengan jeda tiap ledakan sekitar 15 detik.
Kami sangat terganggu, namun berusaha untuk tidak menghiraukannya. Kebetulan rumah kami terletak di dalam gang, sehingga jarak antara rumah ke jalan hanya sekitar 2 meteran. Ledakan pertama kami masih diam saja. Ledakan kedua… ketiga… hingga ledakan kelima masih terus terdengar. Emosi juga saya, ini orang namanya nyari masalah, ngajak ribut, pikir saya.
Saya lantas keluar pintu rumah. Jika mereka adalah anak-anak, akan saya hardik dan bubarkan.
Namun alangkah ironisnya…. yang saya jumpai adalah… anak-anak (5 orang) yang main petasan dengan ditemani oleh tiga orang ibu-ibu. Dugaan saya mereka adalah ibu daripada anak-anak ybs. Ibu-ibu tsb malah enak duduk-duduk sambil memperhatikan anak-anaknya melempar petasan utk diledakkan.
Bingung? Jelas. Sempat saya shock melihat kondisi seperti ini. Kalau anak-anak tsb saya hardik, nanti ibunya malah balik memaki saya. Nggak lucu, kan, kalau saya dimarahin sama sekumpulan emak-emak.
Akhirnya saya pandangi saja mereka dari pintu gerbang rumah kami. Ada sekitar 1 menit saya pelototi mereka tanpa bicara. Rupanya ada salah seorang ibu daripada mereka yg melihat saya, lantas menyuruh anak-anak Tsb berhenti. Setelah dirasa tidak akan berisik lagi, saya pun masuk ke rumah. Untuk selanjutnya, bunyi ledakan mercon tidak terdengar lagi. Puji Tuhan kami bisa melanjutkan makan malam dengan damai.
…
Akhir-akhir ini sering disiarkan di berita di TV, bahwasanya ada razia petasan di sini dan di sana. Pedagang yang kedapatan menjajakan petasan akan dibekuk oleh satpol PP lalu digelandang ke markas bersama dagangannya. Namun sayangnya di daerah tempat tinggal kami pedagang petasan masih leluasa menjajakan dagangannya.
Kenapa anak-anak (dan sebagian orang dewasa) senang bermain petasan? Padahal ada banyak sekali kemudharatannya ketimbang manfaatnya. Yaitu:
1) Membahayakan diri sendiri dan orang lain. Ada banyak jenis petasan. Ada yang setelah disulut harus langsung dilempar, ada yang dibanting, ada yang diletakkan di tanah lalu berputar-putar dengan radius sekian meter. Bayangkan kalau petasan ini meledak di tempat yang salah! Bagaimana kalau dia meledak saat dalam genggaman, atau yang lebih bahaya lagi, terpelanting masuk ke kolong mobil/kendaraan lainnya yang sedang parkir? Atau meledak ketika pengendara motor melintas?
2) Mengganggu ketertiban. Terutama di lingkungan perumahan, di mana saya yakin semua warga tidak mau ada keributan di daerah tempat tinggalnya.
3) Membakar uang. Satu pack petasan harganya bisa sepuluh ribuan bahkan lebih. Uang sebesar itu dibelikan petasan lalu dibakar. Sayang khan! Lebih uangnya dibelikan makanan atau ditabung buat hari raya nanti.
4) dsb.
Kadangkala kita harus berani menegur orang yg bermain petasan/membuat keributan di lingkungan tempat tinggal kita. Ya, sebelum jatuh korban sebaiknya kita bertindak. Apalagi mengganggu ketenteraman. Ketentaraman dan ketertiban lingkungan rumah kita adalah tanggung jawab kita masing-masing.
Sayangnya sekarang ini banyak orang tua yang seolah tidak peduli anaknya bermain petasan, bahkan cenderung abai. Kalau anaknya kita tegur, maka anaknya akan melapor ke bapak/emaknya, selanjutnya nanti malah kita yang balik didatangi orangtuanya. “Petasan duit gue, kenapa lu yang ribut? Masalah lu ape?” Dunia sekarang sudah terbalik.
Mudah-mudahan semakin banyak orang yg sadar utk tidak bermain petasan terutama di lingkungan warga. Begitu juga dengan razia pedagang mercon agar semakin digencarkan.
Petasan sudah dirazia oleh Petugas, tetapi tiap tahun di produksi terus.
Peminatnya juga tetap banyak, padahal uang dibakar. Lebih baik uang utk membeli barang lain / makanan.
Tahun yg lalu pd suatu sore ada sekelompok anak2 muda lewat rumah kami yg jadi tempat praktik. Tiba2 ada suara ledakan Petasan. dar…kaget juga saya yg ada dlm ruangan perksa. Untung tidak ada pasien.
Bayangkan kalau ada pasien yg sakit Jantung, bisa berhenti denyutnya.
Rupanya setelah dibakar Petasan itu dilemparkan ke dalam halaman rumah kami. Saya periksa ada sekelompok anak2 muda yg melewati rumah kami, tertawa kecikikan. Konyol… Mereka senang telah berbuat semaunya. Bagaimana mau mendapat pahala kalau tiap malam perbuatannya membuat orang marah.
Dua puluh lima tahun yg lalu saat saya dapat giliran jaga di UDG RS Umum setempat, pada malam Takbiran ada banyak pasien yang luka2 akibat petasan. Ada seorang bocah yang tangan kanannya hancur akibat ledakan petasan yg rupanya belum sempat dilempar, sudah keburu meletus di tangannya. Kasihan juga ya, tapi itulah akibat perbuatannya sendiri. Pada hari Idul Fitri tangannya tidak bsa bergerak dan makan Ketupat Lebaran dengan pakai tangan kiri.
Salam
Salam Takzim
Saya malah seneng dengan suara petasan tapi yang kecil, bukan yang menggelegar, apalagi yang membuat resah, tindakan mas memelototi sudah bagus mas, toh mereka akhirnya berhenti dengan sendirinya kan
Salam Takzim Batavusqu
@Dr. Basuki Pramana
Heran juga ya. Kalau ada uang daripada dibelikan petasan kan mending dibelikan yang lain. Di mana letak kegembiraannya melihat petasan meledak-meletup, saya juga bingung tuh dok.
Petasan ini juga membuat orang datang ke UGD ya dok? Gimana ya perasaan orangtuanya…
@Batavusqu
Salam takzim juga.
Petasan kadang2 dipakai di acara2 tertentu, misalnya acara lamaran/pernikahan Betawi. Tapi di luar itu, apalagi kalau bunyinya keras, bisa mengagetkan apalagi yg punya penyakit darah tinggi.. he…he
salam
Walah Mas mirip di tempat tinggal saya. Tiap malem anak tetangga di depan rumah saya dibelikan petasan sama ortunya. walaaahhh… saya sih ngerasa agak keganggu tapi lumayanlah tontonan gratis hehehehe. petasan seharunya jadi hiburan asal tempat, dan waktu serta cara menyalakanya harus sesuai dan berhati-hati.
salam.
@PAI
benar, kalaupun ingin dimainkan hendaknya di tempat yang aman dan terbuka, bukan di perumahan warga. selain berisik juga risiko bahayanya meningkat.
terimakasih sudah berkunjung.
bener banget mas, saya aja sering mendadak hampir pingsan gara2 denger suara tu mercon apalagi kalo ada anak2 yang iseng ngelemparin mercon ke samping saya.. serasa pengen saya pites tu bocah.. #sabar
Bener, lebih banyak mudharatnya. manfaatnya gak ada?
Saya juga benci petasan yang suaranya meledak, kata mamaku kayak bunyi tembakan waktu jaman perang. Bikin jantungan aja. Kasihan liat mama saya kalo ada petasan meledak gitu, langsung pucat gemetaran. Benci, benci benci.
Kok pada suka ya, sama petasan murahan gitu?
@Dhenok
Sabar Mbak, jangan langsung dipites, diperingatkan dulu…he…he… kalau tidak mau nurut, barulah diberi “pencerahan”
@Dewifatma
iya yg main petasan itu kayanya ngga punya empati dgn perasaan orang lain.. sebaiknya ditegur kalau dirasa mengganggu apalagi ada keluarga yg sdg sakit
salam
saya paling tidak suka mendengar petasan atau mercon
bunyinya mengganggu dan membahayakan… harus ditindak…
#mikhael
sepertinya lebih banyak mudharatnya daripada manfaat, kalau anak-anak sih mungkin masih bisa dimaklumi, tapi kalau orang dewasa yang main sepertinya agak aneh ya
kemungkinan yg orang dewasa belum ngerti bahayanya maen petasan, malah ikutan, ampun deh…
#mikhael
wadow … merinding liat foto tangannya
efek main petasan sih
#mikhael
Saya juga ga suka bunyi petasan.
menyakitkan telinga
#mikhael
Menyebalkan sekali suara2 petasan itu. Oh iya, dulu jaman saya kecil, anak2 sudah bisa membuat petasan sendiri loh. Caranya dengan menggunakan bubuk korek api.
Eh, fotonya kurang serem tuh. Hehehe…
Betul tuh yang sering dikata: “uang gue, petasan gue, ya terserah”. Mereka lupa orang lain punya telinga hehehe. Dulu saya pas kecil juga pernah ngebakar bubuk petasan pas main-main, tangan melepuh jadi kapok dah.. Ngga ngerti enaknya apa ya dengerin petasan, mendingan dengerin tetangga karaokean (masih mending)