Melayani di Desa

Selama tanggal 23 sampai 31 Juli kemarin, saya dan rekan-rekan pergi meninggalkan kota Jakarta untuk melakukan pelayanan di daerah. Daerah tujuan kami kali ini yaitu Desa Jatinunggal, Ciranjang kab. Cianjur.

Pelayanan ini telah kami siapkan selama beberapa bulan sebelumnya. Kebetulan selain sebagai peserta, saya juga merangkap sebagai salah satu panitia.  Tugas saya terutama menyediakan berbagai kelengkapan acara dan transportasi (bus) untuk antar-jemput para peserta.

Kami berangkat ke desa tsb dalam dua trip, yaitu hari Sabtu (23/7) dan Jumat (29/7). Khusus trip yang terakhir (menyusul) adalah para dokter yang akan melayani dalam pengobatan gratis.

Di sana kedatangan kami disambut hangat oleh panitia lokal yaitu pihak Gereja GPI Eliezer Jatinunggal. Di desa tsb kami menginap di rumah warga dan saling berinteraksi satu sama lain. Dalam satu rumah ditumpangi oleh dua-tiga peserta. Kami juga mengikuti kegiatan mereka sehari-harinya serta mengidentifikasi berbagai masalah yang ada di tengah-tengah warga, terutama masalah kesehatan dan kebutuhan rohani.

Selama di sana ada berbagai bentuk pelayanan yang kami lakukan. Antara lain pengobatan gratis yang dilaksanakan sebanyak dua kali (Kp. Jatinunggal dan Seuseupan), penyuluhan ke rumah-rumah warga, penyuluhan bagi anak-anak, tanding olahraga bersama (futsal dan voli) serta pelayanan rohani berupa seminar Pemberitaan Kabar Baik dan ibadah KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani).

Baik peserta dari Jakarta maupun warga sangat terberkati dengan adanya pelayanan ini. Bagi peserta momen ini memberikan kesempatan yang luas untuk melakukan pelayanan (pemulihan jasmani dan rohani) serta melatih mempersiapkan diri untuk melayani masyarakat setelah tamat menjadi dokter kelak.

Adapun bagi warga setempat kedatangan kami membawa banyak manfaat, terutama pada saat pengobatan gratis di mana akses kesehatan di sini cukup sulit, baik dari segi biaya maupun keterjangkauan. Pada saat pengobatan dilaksanakan ada banyak sekali orang yang datang sehingga kami pun mengadakan sebanyak dua kali. Untuk tenaga medis di lapangan kami bekerja sama dengan para alumni yang sudah menyelesaikan pendidikan dan juga para calon spesialis.

Manfaat lain yang juga dirasakan adalah pada saat pelayanan rohani, yaitu seminar mengenai pemberitaan Kabar Baik dan ibadah KKR. Seminar ini bertujuan agar para jemaat dan peserta selalu bersemangat dalam melakukan pemberitaan Kabar Sukacita. Pada saat ibadah KKR kami melakukan kebaktian dan menyediakan konseling untuk jemaat Tuhan yang ingin disegarkan imannya.

Pengalaman selama sembilan hari di desa ini sangat berbekas di hati kami dan para warga. Cukup sedih ketika kami harus berpisah kembali ke Jakarta, mengingat keakraban yang sudah terjalin dengan warga dalam kebersamaan yang dibina selama berada di sana. Ke depannya kami berharap agar bisa bertemu kembali dan melakukan pelayanan seperti ini lagi.

3 thoughts on “Melayani di Desa

  1. Pingback: Tali Asih dari Blogcamp « rod-tobing weblog™

  2. Kehidupan mahasiswa/i mnyenangkan dan masih berkumpul dg banyak teman. Saat sudah menjadi Dokter, kita harus berjuang sendirian. Teman-teman berada jauh dari tempat tugas kita. Kalau dapat mengakses Internet, kita masih dapat berkomunikasi via Email, FB Im dll. Selamat bertugas.

  3. @Dokter Basuki Pramana
    sulit dibayangkan jika suatu saat harus bertugas sendirian, di daerah terpencil/perifer Indonesia, dengan fasilitas seadanya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s