Antara Kreatif dan Berani itu memang beda tipis. Apalagi Berani untuk berbuat “Kreatif”. Sanggup mengemban keduanya sekaligus bukan mustahil sukses yang dicapai. Ya, siapa tahu?
Maka ketika sedang mengemudi di daerah Cibubur, pandangan saya teralihkan oleh papan reklame ini. Reklame, bukan advertorial. Karena saya malah nggak tahu apa komoditinya. Papan kuningnya jauh lebih besar ketimbang nama produknya. Tapi dari kalimatnya itu, jelas dia tidak sedang jualan aki mobil atau dispenser air. :D
“Bila tidak enak jangan kembali”. Pesan semacam ini memang melekat di hati pembeli. Tapi “Kalau memang makanannya nggak enak, tanpa dilarang pun pembeli nggak akan balik, kan?”, kata rekan seperjalanan saya.
Lha, bukan gitu maksudnya.
Saya pernah lihat juga yang semacam ini, tapi bahasanya dikemas lebih cantik. Pada sebuah resto ayam goreng tradisional, sebelum pelanggan meninggalkan tempat santap, mereka disambut dengan sekat bilik yang bertuliskan, “Jika Anda puas mohon beritahukan teman-teman, jika tidak puas mohon beritahukan kami…” Inti kalimatnya hampir sama, tapi lebih elok terdengar. Tidak terke san imperatif apalagi inhibisif.
Memasang tulisan seperti ini juga berisiko karena mengundang beragam tafsir. Apalagi jika penafsirnya ekstrimis tapi puitis seperti saya. Pada pandangan sekilas, tempat tersebut kelihatannya sepi-sepi saja. Artinya?
Ada 3 kemungkinan:
1) Belum jam makan
2) Memang tidak enak
3) Belum dikenal
@Om Dewo
bisa jadi. untuk alasan yang ketiga, ini merupakan cara promosi yang tokcer (kayaknya)
Hahahahaha saya pernah baca tulisan “Jika Anda puas beritahu teman-teman Anda, jka tidak beritahu kamu” di AMPERA!
to: Asop
ya , saya juga pernah lihat tulisan ini di ampera bandung. tidak heran restoran itu tumbuh begitu besar dan punya banyak cabang di mana-mana