Usaha yang Nggak Ada Matinya

Pagi ini (hari Sabtu), selepas sarapan dan ngopi saya pergi ke tukang pangkas dekat rumah. Biasanya memang setiap 1-1,5 bulan sekali saya pergi untuk bercukur. Tanda-tandanya selain rambut mulai panjang, juga terasa berminyak dan ada serpihan keratin/kulit mati yang terperangkap di sela-selanya.

Ada dua tukang pangkas langganan saya, yaitu Pak N dan Pak B. Letak tempat usaha keduanya pun berdekat-dekatan. Dari rumah bisa dijangkau dengan jalan kaki 500 m atau naik motor.

Biasanya kalau di tempat pak N sedang ada pelanggan, saya akan lihat ke tempat pak B barangkali dia sedang kosong. Begitu juga sebaliknya. Di kawasan itu (Johar Baru) memang ada banyak tukang pangkas dengan tarif yang bersaing.

Setiap kali pangkas, kedua tukang cukur langganan saya ini sudah paham model yang diinginkan. Yaitu model cepak dengan pinggiran tipis dan rata di bagian atas. Mirip potongan serdadu, kata orang. Saya suka model ini karena kesannya rapi dan mudah diatur. Selain potong rambut saya juga biasanya minta potong kumis/jenggot/cambang (kalau ada) supaya terlihat lebih klimis dan licin.

Baik pak N dan pak B sangat cekatan dalam bekerja. Tangannya terampil dalam membentuk dan merapikan rambut pelanggan. Selesai dicukur biasanya pelanggan akan dipijat secara cuma-cuma, supaya lebih senang dan besoknya akan kembali lagi.

Ketika bekerja pun mereka tidak sungkan-sungkan untuk diajak ngobrol. Saya sering bertanya mengenai keluarganya, kampung halamannya, hingga profesinya. Keduanya sudah berkeluarga (tinggal di kampung), dan setiap hari raya pulang untuk mudik. Mengenai pekerjaannya, dalam sehari bisa mendapatkan 15-20 pelanggan. Dikalikan Rp 8000,- lumayan juga hasilnya. Sering terkadang ada pelanggan yang minta untuk bercukur di tengah malam. Biasanya pelanggan seperti ini hari besoknya akan menjalani ujian seleksi, jadi harus merapikan penampilannya sehari sebelumnya. Mereka tidak akan menolak pelanggan seperti itu, bahkan tidak meminta tambahan biaya sedikit pun dari yang biasa. Kecuali kalau diberi tips tentunya, he he…

Namun satu hal yang membuat saya agak khawatir di tukang pangkas, yaitu pemakaian pisau cukur. Biasanya pisau cukur ini dipakai dari satu pelanggan ke pelanggan lainnya. Bagaimana kalau ada pelanggan yang tersayat  karena pisau itu, lalu darahnya melekat dan dipakaikan untuk pelanggan lainnya? Sangat berbahaya kalau ada kuman atau virus infeksius di dalamnya.

Nah, baiklah. Anda pasti heran kenapa judul tulisan ini “Usaha yang Nggak Ada Matinya?” Begini. Menurut saya usaha ini (tukang pangkas) tidak akan pernah gulung tikar atau kehabisan pelanggan. Bukankah rambut manusia sampai kapanpun  akan selalu tumbuh? Sehingga orang akan selalu mencari tukang pangkas untuk merapikan rambutnya.

Modal si tukang pangkas pun cukup sederhana, yaitu tempat, kursi, gunting, kaca, dan shaver (plus listrik). Kalau pelanggan senang, bulan depan akan kembali lagi. Sepanjang ia menjaga kualitas dan ramah terhadap pelanggannya. Lebih bagus lagi kalau mengenal pelanggannya satu per satu.

© Gambar diperolah dari sini

3 thoughts on “Usaha yang Nggak Ada Matinya

  1. Karena pelanggan tukang cukur biasanya adalah pria. Ciri khas pria, kalau dia sudah merasa betah dengan suatu produsen, dia males cari-cari produsen yang lain lagi.

    Maka tukang cukur sebaiknya menjaga kualitas layanan mereka sebaik mungkin supaya pelanggannya tetap setia.

    benar banget, mbak. buat pria yang penting tukang cukurnya sudah cocok dan dipercaya, masalah lain seperti tempat jauh dan harga naik sedikit itu tidak jadi soal.
    mencari tukang cukur yang bagus itu gampang-gampang susah. saya sendiri harus beberapa kali coba ke sana-sini. tapi kalau sudah ketemu yang pas, setiap datang tinggal duduk manis, dan berseru , “potongan biasa, ya, Bang!” :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s