Bayangkan jika ini terjadi:
,.. pagi-pagi benar sudah bangun, lalu sarapan dan mandi sekedarnya,.. nyalakan sepeda motor, kemudian berdesakan di jalan raya dengan kendaraan lain di pagi hari, bisa jadi sedikit ngebut,.. supaya tiba di kampus tepat waktu. Setibanya di “TKP”, tunggu punya tunggu, eh.. ternyata dosen yang memberi kuliah malah nggak datang. Atau mengganti kuliahnya ke hari lain.
Aku pernah mengalami yang lebih “getir”: dalam kondisi kurang enak badan/sakit, dan harus mengemudikan sepeda motor, tetap jauh-jauh datang ke kampus karena satu kuliah penting. Pada hari itu memang hanya ada satu kuliah saja di jadwal,… Agak berat hati juga sebenarnya untuk datang, lebih enak tidur di rumah. Tapi agar tidak tertinggal materi kuliah tetap diupayakan datang. Setelah ditunggu sampai ber-jam-jam dosen ybs malah nggak datang.
Kesal? Mahasiswa diminta utk memaklumi pembenaran ini: dosen lagi ada kerjaan di tempat lain, beliau tidak bisa dihubungi krn lagi diluarkota/diluarnegeri, atau …malah tidak tahu kalau harus memberi kuliah hari ini (“alasan yang paling prasejarah”).
Seorang kawan mencoba tabah, “Yah mau bagaimana lagi, syukur-syukur kuliahnya diganti ke hari lain”. Jika memang demikian, maka kemungkinan akan bentrok dgn jadwal lain bisa saja terjadi. Urusannya jadi panjang. Seorang professor pernah memberi kuliah yg sama sebanyak dua kali, karena setengah anak didiknya punya jadwal lain yg bertepatan dgn kuliahnya yg diundur.
Apa ini ada kaitannya dengan dikembangkannya akhir-akhir ini sistem belajar student-centered: mahasiswa tidak lagi melulu “disuapin” gurunya, melainkan secara mandiri belajar sendiri, mencari ilmu dsb dsb… Metode kuliah tatap muka hanya sekedarnya saja (?).
*Gambar di atas diculik secara semena-mena dari blog Hidup Mahasiswa!

Waduh, daku dulu sering banget kecele begitu. Tidak hanya jauh, tapi harus mendaki bukit dengan motor butut yg kalau becek sering kepeleset2 karena bannya gundul.
Ada 1 matakuliah yg dosennya cuma hadir 2x, yaitu di tengah dan akhir semester. Itu pun hanya datang utk memberikan materi yang akan diujikan. Jadi mhsw cuma disuruh belajar sendiri sepanjang semester.
*curhat seorang mantan mhsw PTN*
Dulu akhirnya lulus dengan nilai pas-pasan, Bro. Hehehe…
Iya, dulu daku pernah jadi dosen. Tapi dosen swasta. Ngga pernah bolos. Kalau pun berhalangan, pasti diganti hari lain.
Sekarang sudah tidak jadi dosen lagi. Hehehe… Salam.
Bro, kayaknya asyik nih kalau posting video di blog juga. Banyak informasi di blog ini yg bakal asyik banget kalau disampaikan dalam bentuk video. Nih ada contohnya:
http://dewo.wordpress.com/2011/02/06/video-blogging-yuk/
Selamat ber-video blogging. Salam persahabatan.