Mungkin kita pernah memiliki buku-buku usang yang tampilannya terlihat berantakan (seperti halaman yg terlepas) sehingga menyurutkan niat untuk membacanya. Kondisi buku seperti itu bisa karena faktor usia yg sudah lama, lapuk, atau bisa jadi karena keseringan dibaca. Akan tetapi boleh jadi karena kwalitas penjilidan buku tsb kurang baik.
Saya juga punya buku seperti itu. Buku Fisiologi karangan Sherwood ini, merupakan buku teks Kedokteran berbahasa Indonesia pertama yg saya miliki, usianya baru 2 tahun tapi keadaannya sudah lapuk. Waktu itu buku ini dibeli pas kuliah semester satu, dan sampai sekarang (semester 5) buku ini kadang masih saya pakai pakai karena materinya belum tamat dibaca. Secara konten buku ini membahas Fisiologi (yaitu. fungsi dan mekanisme kerja tubuh manusia) yang mana ilmu ini termasuk ke dalam basic medical science sehingga setiap mata kuliah perlu membaca buku ini terlebih bila ada tugas yg butuh referensi. (Oh iya, saya juga punya buku Fisiologi lain karangan WF Ganong namun berbahasa Inggris)
Kembali ke soal buku yg usang,..
Akibat terlalu sering dibaca, plus kwalitet jilidannya yang “jelek” maka buku jadin cepat rusak. Sampulnya lapuk-terlepas, halamannya tidak lagi nyatu dan sulit untuk dibawa-bawa. Bahkan untuk dibaca pun harus ekstra hati-hati karena takut halamannya bakal berceceran.
Mengatasi hal itu saya berniat memperbaiki buku ini, dengan cara menjilidnya kembali yg lebih kuat. Lumayan khan biar bisa dibaca lagi dan disimpan lebih awet. Sekaligus juga saya mengganti sampul buku tsb dari soft cover menjadi hard cover (sampul keras). Untuk tugas ini saya serahkan kepada salah satu langganan foto copy di kampus yg sudah dikenal baik. Pengalaman teman-teman buku yang disampul keras umurnya lebih awet dan tahan lama daripada yg tidak disampul. Juga lebih enak dibaca karena buku tidak “lemas”. Juga bisa buat ngganjel atau nimpuk
Untuk menjilid ulang buku ini diperlukan waktu 1 minggu, sebab tukang foto copy ybs sedang banyak orderan (walau sebenarnya 2 hari bisa selesai). Untuk sampul muka dan belakang yg sudah lapuk karena terlipat, saya minta untuk di-scan ulang dan ditempelkan ke buku. Sedangkan sampul lamanya dilepas saja. Dengan ongkos Rp. 20 ribu buku yang tadinya “sudah uzur” kini menjadi baru lagi dan lebih awet, serta lebih enak dibaca.
Harga buku semacam ini selalu naik dari tahun ke tahun. Salah satu wujud keseriusan kita, selain dengan membacanya juga menyimpannya dengan baik.





Buku saya malah awet-awet, padahal sudah belasan tahun. Jadi ketahuan kalau tidak pernah dibaca. Hihihi…
cool
Sip markusip…
yang penting dibaca dnn dipahami aja bro. anyway buat anak kuliah yang sambil kerja, dijamin mampu untuk menjaga keawetan buku (alias gak pernah dibuka) he3x
Pingback: Peluang usaha menarik [bag. 2] | rod-tobing weblog™
aku mau tanya ya, buku sherwood ini ada inggris sama indonesianya tidak?? thanks
@Silvestri
buku ini tersedia dalam bahasa Inggris dan terjemahan bahasa Indonesia. utk yang bahasa Inggris sudah edisi ke-7 , dan untuk terjemahan Indonesianya edisi ke-6 dengan sampul warna biru