Demonstrasi mahasiswa; kenapa saya tidak setuju?

Sebuah cuplikan berita diculik secara semena-mena dari sini

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam KM Raya menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis sore ini, 28 Oktober 2010.  Mereka menutup jalan itu dan menyebabkan jalan di sekitar kawasan itu macet total.Selain menutup jalan, para mahasiswa juga membakar ban bekas di tengah jalan. Unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ini, mahasiswa menuntut kepolisian untuk segera menuntaskan kasus penembakan terhadap mahasiswa UBK, yang terjadi pada unjuk rasa mahasiswa pada pekan lalu.

Setelah membaca berita tsb, saya jadi yakin negeri ini tidak akan kekurangan mahasiswa untuk diajak berdemonstrasi sambil bakar-bakar ban di tengah jalan.

Sumber: VIVAnews

 

By the way, saya juga seorang mahasiswa. Tapi, kok, saya merasa aneh melihat mahasiswa sekarang yang keluar dari kampus, lalu turun ke jalan sambil bakar ban dan spanduk sehingga membuat kemacetan? Belum lagi yang dibakar itu foto pemimpinnya sendiri, yang kemungkinan besar kemarin dicoblosnya pada saat Pemilu?

Kebetulan kampus saya berlokasi di persimpangan jalan Salemba-Diponegoro. Tidak hanya sekali-dua kali jalan Diponegoro ribut dan ditutup karena ulah mahasiswa yang berdemonstrasi (tapi yang jelas bukan dari almameter kami) . Padahal jalan itu adalah satu-satunya akses menuju RSCM sebagai rumah sakit rujukan tertinggi, apalagi kalau ada yang membutuhkan fasilitas gawat darurat. Bisa-bisa pasien mati di jalan sebelum sampai di UGD. Alhasil aksi pemblokiran jalan tidak lebih bentuk arogansi mahasiswa, bukan bentuk perjuangan apalagi sok-sokan mau menurunkan pemimpin negeri ini.

Ada segudang pertanyaan yang terlintas di pikiran saya saat menyaksikan mahasiswa berunjuk rasa. Apa kira-kira hal yang membuat mereka berani maju seperti itu? Idealisme kah? Okelah… kalau mereka menuntut agar pemimpin sekarang dilengserkan dari jabatannya, apa mereka (mahasiswa itu) sudah punya penggantinya? Kalau belum, apa mereka sudah memikirkan kompleksnya mencari pemimpin baru, yang kemungkinan, bisa memicu keributan baru? Saya yakin mereka tidak berfikir  sejauh itu.

Ya ampun,.. belum lagi efek yang ditimbulkan oleh aksi itu sendiri. Yang namanya kemacetan itu sudah pasti tak terelakkan. Tidak ada demo saja Jakarta sudah macet, apalagi kalau dikepung demo. Masyarakat jadi resah. Perhatikan juga sampah-sampah yang bertebaran seusai aksi, sehingga tidak berlebihan kalau saya bilang demonstran itu jorok.

Sumber: berita.liputan6.com

 

Saya masih ingat demonstrasi tahun 1997. Ada sedikit kebanggaan dalam diri saya karena almamater kami ikut berperan di situ. Demonstrasi pada saat itu memang berdasar dan berlandas, yaitu untuk menurunkan rezim penguasa yang sudah menciptakan krisis nasional sebelum terlalu jauh bertindak.

Tapi sekarang? Kok ada orang berdemo untuk menurunkan Pak SBY, dengan alasan yang tidak jelas. Kalau SBY turun, sudahkah mereka menyiapkan penggantinya? Bagaimana perasaan rakyat Indonesia melihat pemimpin yang dihasilkan oleh proses Pemilu yang memakan banyak tenaga dan biaya, harus diturunkan?

Yang paling lucu lagi, kemarin ada demonstrasi menentang kedatangan Presiden AS Barack Obama. Saya sebut lucu, karena mereka berdemo menentang seorang presiden dari negara adidaya yang punya niat baik untuk Indonesia. Beliau juga ingin memperbaiki dan meningkatkan hubungan di antara kedua negara. Tidak kurang dari Pak SBY sendiri dan jajarannya yang menyambut Obama, nah lho kok ini mahasiswa malah mau ngusir Obama?

Berdemo juga bukannya tanpa risiko. Seorang mahasiswa ketembak karena berdemo. Besoknya mahasiswa lain berdemo menuntut temannya yang ketembak tadi diusut. Entahlah mereka sealmamater atau bukan. Jadinya… demo yang satu bertujuan mendukung demo yang lain. Demo-demo-an deh kita :lol:

Singkatnya, yang namanya demonstrasi mahasiswa, apalagi sampai menutup jalan dan bakar ban bekas itu sebaiknya dilarang atau dicegah. Bukannya lebih baik kalau mahasiswa itu belajar di kampus, mengumpulkan kekuatan dan strategi agar kelak setelah lulus bisa jadi pemimpin yang lebih baik dari yang sekarang. Betul, nggak? Daripada nyampah dan bikin ribut di jalan raya. Malu khan kalau ada tamu asing yang melihat kelakuan mereka.

Sumber: sini

5 thoughts on “Demonstrasi mahasiswa; kenapa saya tidak setuju?

  1. Selamat siang …

    Demo mahasiswa sekarang gak kaya dulu, sekarang pasti ada anarki dan pengrusakan…
    bikin macet dan orang sudah tidak lagi simpati, tapi anti pati

    berita di media pasti sepeerti ini “Hindari jalan A,B dan C, ada demo di beberapa ruas jalan. Kalau dulu demo itu beritanya kaya gini ” Ayo dukung mahasiswa menuntut kenaikan upah buruh ”

    Sekarang bhaaa….
    yaa karena cara berdemonya udah nggak bener, bikin macet, anarki, blokade jalan…

  2. demo mahasiswa itu tergantung isunya..kebanyakan ada aja..orng2 yang ngaku mahasiswa tapi tnyata bukan ..kadang media juga yang paling berpengaruh,.ttg aksi dan reaksinya.sekarang mahasiswa tetap bela rakyat koq…hanya aja..pandangan org yang tdk sampai ke sana..tiap orang punya jalan dan perannya masing2..hidup itu jangan cuma mikirin diri sndiri..org lain juga harus dipikirin..jaman skrng org blang klo dirinya mikirin org tp kadang enggk…dlm melakukan perbuatan itu juga hrus mikirin mpe masa dpan jangan hnya masa skrng..jangan mulu mikirin smuanya aksi/demo itu masalah..macet memang dh lama jakarta itu biang macet..klo liat sesuatu itu jangan setengah2 liat juga dari sisi yang lain.

  3. Sebenarnya sih demo boleh2 dan sah2 saja, asal tujuannya jelas, bermanfaat dan tidak melanggar ketertiban atau minimal tidak berbuat egois sehingga merugikan anggota masyarakat lainnya. Sayangnya, demo zaman sekarang seringkali nggak jelas tujuannya, malah banyak mahasiswa2 yang cuma senang berhura2 saja saat berdemo dan tidak “menghayati” arti dari tujuan awal demo. Mereka hanya senang berhura-hura sambil bergembira ria karena berkesempatan untuk bolos kuliah! Apalagi mahasiswa2 dari universitas swasta yang nggak jelas juntrungannya! :lol:

    Yah…. kita cuma berharap agar demo2 mendatang bisa dihayati kembali oleh para mahasiswa, agar mereka tidak sekedar hura2 apalagi sampai bertindak anarkis yang nggak perlu dan sangat merugikan. Karena demo seperti itu, lebih banyak ruginya. Tujuan demo tak tercapai, hanya merusak fasilitas umum saja… dan memperlambat aktivitas orang lain. :(

  4. Saya pernah lihat di TV, si mahasiswa pendemo itu bilang: “Kalau kita tidak blokade jalan, gak bakar ban, gak bakalan diliput TV, dicuekin ……”.

    Bah, jadi tujuan demo itu apa ?, supaya nampang di TV aja, padahal berapa kerugian orang lain… macet jal Diponegoro udah berapa meter kibik bensin habis percuma karena macet … belum stress dll… dll

  5. Mahasiswa kita itu memang unik (dan antik). Kebanyakan sangat idealis, tetapi hanya berpikir sejengkal (=pendek).

    Dan jangan lupa bahwa demo itu bisa jadi karena dibayar. Atau ada provokator yg menunggangi mereka.

    Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s