Service motor di bengkel resmi

Ada yang aneh dengan motorku hari ini. Harusnya segera langsung menyala mantap setelah distarter. Namun kali ini, setelah distarter mesinnya sempat hidup sesaat, lalu mati lagi. Begitu beberapa kali. Aku pun mengecek tombol choke mesin yang ada di stang kiri (tombol ini fungsinya untuk mengatur tarikan gas). Ditekan-tekan, ah, ternyata tombol chokenya sudah longgar. Pantas tidak mau menyala. Oiya, motorku adalah Honda Tiger single headlight dengan mesin 196 cc.

Bagaimana cara menyalakannya, kalau tombol chokenya longgar? Karena darurat (harus pakai motor saat itu juga), maka dari tombolnya kususuri tali choke hingga ke bagian mesin. Ketemu. Lalu kutarik-tarik secara manual dengan tangan, mirip orang menarik layangan. Untunglah setelah itu mesinnya bisa distarter tanpa mati lagi, dan motor pun dijalankan.

Hmm… tapi khan, ngga mungkin setiap kali mau pakai motor harus menarik-narik tali choke dulu di mesinnya. Bikin repot. Juga nggak keren kalau dilihat orang :-D

Maka hari berikutnya si motor kubawa ke bengkel, mumpung lagi  ada kesempatan. Ada banyak pilihan bengkel di sekitar tempat tinggalku. Ada bengkel resmi Honda (AHASS), ada bengkel pinggir jalan, ada juga bengkel yang rada-rada elit. Kalau untuk ekonomisnya mungkin bengkel pinggir jalan saja, alias bengkel yang tidak resmi untuk merk sepeda motor tertentu.

Tapi aku punya pertimbangan lain. Sebagai pemilik sekaligus pengendara yang paham betul mengenai pentingnya jaminan kualitas, juga mencintai sepeda motor tsb (*halah), aku tidak mau sembarangan menyerahkan motorku untuk diservice di sembarang tempat. Harus di tempat yang sudah punya nama dan jaminan, siapa tahu harus komplain di lain hari.

Kemudian diputuskan untuk membawa motor tsb ke bengkel resmi Honda AHASS (Astra Honda Authorized Service Station). Bengkel AHASS ini adalah bengkel rekanan resmi yang ditunjuk oleh pabrik Honda dalam melayani service motor-motor keluarannya. Berarti termasuk layanan purna jual. Dan bengkel AHASS yang paling dekat dengan tempat tinggal kami yaitu di kawasan Pangkalan Asem.

Di bengkel AHASS, begitu aku (sbg konsumen) datang, motor langsung dibawa masuk oleh montir yang bertugas. Konsumen lalu ke bagian administrasi untuk memaparkan kerusakan yang dialami. Bisa juga berkonsultasi tentang perbaikan apa saja yang kira-kira dibutuhkan. Keluhan lalu dicatat dan diserahkan kepada montir yang sedang bertugas. Konsumen  boleh menunggui atau menitipkan motornya hingga perbaikan selesai dilakukan.

Karena kerusakan motor ku adalah tali choke yang longgar, maka perbaikan tidak butuh waktu lama. Sekalian juga aku tune-up, isi cairan accu dan ganti oli berkala. Butuh waktu sekitar 1 jam-an. Aku memilih untuk pulang sebentar dan menitipkan motor di sana. Kunci starter mereka yang pegang. Tentu aku diminta datang kembali kira-kira 1 jam lagi. Aku juga diminta meninggalkan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Nomor telepon tsb diberikan agar konsumen bisa dihubungi seandainya perbaikan selesai lebih awal dari yang ditentukan, atau kalau ada suatu perbaikan mendadak yang juga diperlukan namun tidak dibicarakan dari awal. Benar saja, sewaktu di rumah aku dihubungi tentang tali choke yang longgar. Ternyata tali tsb harus diganti seluruhnya, tidak cukup hanya disetel. Talinya sudah aus. Aku menyetujui, dengan biaya tambahan sekitar 40 ribu. Aku juga diminta datang lima belas menit lagi untuk mengambil motor.

Saat mengambil motor, konsumen harus menunjukkan STNK kepada administrasi. Mungkin bagi sebagian orang hal tsb agak merepotkan, buat apa susah payah menunjukkan STNK. Namun sebenarnya itu bertujuan untuk keamanan motor kita sendiri. Bukankah kita tidak mau motor kita diambil oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab?

Aku pun mengecek keadaan motor setelah diperbaiki. Tali choke yang tadinya longgar, kini sudah kencang bahkan lebih halus karena diberi pelumas. Suara mesin juga lebih halus dan tarikan lebih kencang. Rem kaki menjadi lebih mantap.

Setelah setuju dgn perbaikan yang dilakukan, saatnya membayar di administrasi. Mereka memberikan kuitansi yang juga berfungsi sebagai tanda garansi. Ya, ada garansi dua minggu jika selama waktu tsb motor kembali mengalami kerusakan. Tentunya kerusakannya menyangkut onderdil yang diperbaiki. (Tapi sampai sekarang belum ada keluhan)

Setelah biaya perbaikan beres dan kuitansi sudah diambil, pihak AHASS memberikan souvenir utk dibawa pulang. Souvenir tsb berupa korek gas alias mancis. Tentu aku senang menerimanya, tapi juga heran. Aku khan ngga merokok, kenapa diberi korek gas? Apakah ada image bahwa pengendara motor identik dengan perokok?

He he he :lol:

2 thoughts on “Service motor di bengkel resmi

  1. Dulu daku servis di Suzuki malah lebih asyik: 1) Motor dicuciin; 2) Dapat gantungan kunci. Lumayaaaaan…

    Sedangkan di Daihatsu mobilnya dicuciin. Hore…

    Rupanya sekarang layanan bengkel resmi semakin menawan. Dari cuci gratis sampai souvenir atau gimmick lainnya. Memang lebih mahal, tapi lebih menyenangkan.

  2. Pingback: Kendaraan 24 jam « rod-tobing weblog™

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s