Dididik makhluk halus

Malam Jum’at kemaren aku menonton acara “[Masih] Dunia Lain” di layar kaca. Acara ini merupakan reality show di mana pesertanya ditempatkan di lokasi-lokasi angker, seperti kuburan dan rumah tua. Mereka ditempatkan sendirian, di tengah malam dan ditemani cahaya seadanya. Tujuannya selain untuk uji nyali juga untuk memancing kemunculan makhluk halus dalam bentuk penampakan. Apabila peserta tidak sanggup melewati tantangan maka mereka boleh menyerah dan dijemput  kru yang sedang mengawasi dari jauh. Acara ini dikatakan ‘sukses’ apabila berhasil menangkap penampakan makhluk halus, entah itu hantu, genderuwo atau setan spesies lain. Penampakan yang tertangkap oleh kamera, dalam bentuk cahaya, kilatan atau semacamnya, akan disorot berkali-kali disertai narasi yang nggak kalah seramnya. Kalau dilihat-lihat, sebenarnya yang menjadi aktor utama di acara ini adalah para lelembut, bukan para peserta uji nyali yang malang itu. he he he…

Nah, episode yang kemarin menampilkan uji nyali di sebuah rumah sakit di Cirebon. Nggak tanggung-tanggung, uji nyali dilaksanakan dalam sebuah kamar mayat lengkap dengan mayat yang terbungkus kain kafan. Menurut si pembawa acara, mayat tersebut adalah korban mutilasi dengan kepala yang sudah terurai dari tubuhnya. Peserta harus duduk di dekat mayat sambul mondar-mandir mengamati sekitar siapa tahu ada roh gentayangan yang lewat. Setiap sudut direkam dengan kamera infrared dan cahaya yang muncul sekecil apapun akan diamati dan dianalisis! (*ha ha ha..)

Karena penasaran akupun menyimak tayangan tersebut. Sesekali aku berharap supaya ada penampakan biar pesertanya lari terbirit-birit sambil kencing celana :lol: . Namun kenyataannya sampai acara selesai tidak ada penampakan apapun, selain ‘penampakan’ peserta yang keringat dingin. Malahan sang pembawa acara yang sibuk  memberikan analisisnya tentang apa yang sebenarnya terjadi di alam ghaib sana. Entahlah kebenarannya.

Oleh karena formatnya reality show kejar tayang, aku tidak yakin sepenuhnya kalau acara itu benar-benar murni tanpa rekayasa. Mungkin saja para peserta adalah bagian dari kru? Aku juga tidak yakin kalau mayat yang ada di tayangan tersebut adalah asli, mengingat secara etika mayat tidak boleh dipertunjukkan selain untuk kepentingan pendidikan. Lagipula, bukankah mayat selalu disimpan di lemari pendingin? Duh, akhirnya aku sadar waktuku sudah terbuang sia-sia cuma untuk menonton acara begituan.

Acara semacam ini bukan yang pertama kalinya di TV. Tahun 2000-an, tayangan-tayangan uji nyali seperti ini pernah booming hampir di semua stasiun televisi. Formatnya pun sama, reality show dengan menempatkan sukarelawan di lokasi angker. Beberapa melakukan variasi, misalnya dengan mengundang paranormal, ulama setempat atau juru gambar untuk melukis makhluk halus yang konon katanya tertangkap kamera. Tapi acara-acara seperti itu nggak bertahan lama, karena mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia. Sempat juga terdengar kabar bahwa menjamurnya acara mistis ada kaitannya dengan meningkatnya pengidap gangguan jiwa di RS. Tayangan tersebut sempat punah hingga muncul lagi sekarang. Salah satunya ya “[Masih] Dunia Lain” itu.

Hmm…menurutku acara beginian  ini sebenarnya adalah sebuah ironi buat bangsa kita; di saat kita harus maju mengejar ketertinggalan di segala bidang,  kita masih terjebak pada pakem lama yaitu mistis dan makhluk halus. Kita masih menyukai pola pikir primitif, acara-acara yang berbau ghaib dan di luar nalar. Sepertinya kita masih senang bergaul dengan makhluk halus dan mengabaikan logika bahkan agama. Parahnya lagi, ‘kesenangan’ kita itu dijadikan bisnis oleh para pelaku industri pertelevisian. Mereka meraup keuntungan dengan membuat tayangan seperti itu. Mereka mendapat rating dan iklan, sedangkan kita menghabiskan waktu untuk menonton acaranya. Adakah ilmu yang bermanfaat? Tidak ada menurutku. Yang ada justru suatu pembodohan terselubung, karena secara tidak langsung akan membentuk suatu mindset kita yang mempercayai hal-hal ghaib dan cenderung mengabaikan logika. Maaf tapi menurutku menyaksikan acara tersebut adalah hal yang sia-sia. Mendingan tidur aja, biar bisa bangun pagi keesokan harinya.

Di tengah banyaknya acara televisi yang tidak mendidik saat ini, aku teringat akan sebuah tayangan televisi lain yang jauh berkualitas dan bermanfaat. Acara tersebut -sekaligus kegemaranku juga- adalah “Discovery Channel” . Tayangan ini menjual ilmu pengetahuan dan sains, diproduksi di luar negeri disiarkan ke seluruh dunia. Sejauh pengamatanku saat ini belum ada acara televisi dalam negeri yang bisa menyamainya Di “Discovery Channel” penonton diajak belajar sains dengan cara yang menyenangkan, baik melalui eksperimen atau travelling. Ada sesuatu yang bermanfaat untuk diingat setelah acara tersebut selesai.

Pada episode “Time Warp” penonton diajak untuk menyaksikan eksperimen menggunakan kamera berframe dan resolusi tinggi. Gerakan secepat apapun dapat ditangkap dan ditayangkan ulang dengan kecepatan lebih lambat sehingga memungkinkan untuk dianalisis. Bahkan ada unsur hiburan tersendiri di dalamnya. Simak.

Dan setelah menonton episode “Time Warp” tersebut, aku tersadar mengapa  kita masih banyak tertinggal dibandingkan orang luar negeri. Mereka menghabiskan waktu senggangnya untuk belajar, menggali hal-hal yang bermanfaat. Sedangkan kita justru memotong jam tidur untuk menyaksikan acara-acara mistis. Kita masih terjebak dalam lingkaran lama dan budaya primitif lama. Budaya alam ghaib, tepatnya. Bisakah kita melakukan hal yang sama seperti mereka? Meragukan.

8 thoughts on “Dididik makhluk halus

  1. Itu sih acara favoritku. Tapi memang kadang aku juga meragukan penampakan tersebut asli atau rekayasa. Dan jika kuamati hampir semua acara relity seperti itu, biasanya yang terlihat hanya bayangan, cahaya bergerak, suara – suara benda jatuh, ataupun suara menggeram.

  2. keren lah ya, serem..percaya gak percaya…yg pasti serem nya itu loh, kan keren..kayak sya waktu di rumah sering sendiri..asa ada yg mengawasi..

  3. Pingback: Masih bertahan | rod-tobing weblog™

  4. Hehehe ..
    Pendidikan Indonesia terlampau banyak dididik tenaga penagajar yg masih percaya cara-2 ajaran tradisional dan alam ghaib

  5. Pingback: Horor destruktif « rod-tobing weblog™

  6. eaaahhhh, skdar hburan dan refreshing otak…..
    prcya ga prcy sieh, tp bnyk ga prcya bleh jga!!!!!
    mndingan tdur qlo ga nnton bioskop Trans TV kn lbh sru…

    hahahahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s