Selesai kuliah sudah pukul empat sore, cuaca baru saja hujan namun masih menyisakan langit gelap. Karena tidak ada hal lain yang mau dikerjakan di kampus, buru-buru jalan ke parkiran motor lekas pulang jangan sampai kena hujan susulan (*bukan ujian susulan yaa). Sampai di TKP, langsung cari motor Honda Tiger kesayangan, terus cari helm… kok helm yang biasa kucantolkan di spion, enggak ada? Gawat-gawat… aku cari ke motor sebelah, siapa tahu helmnya “melompat”. Enggak ada juga… akhirnya daku bertanya pada satpam:
“Pak, tadi ngelihat helm saya nggak…?”
“Helm yang mana, bagaimana bentuknya?”
“Itu lho pak, yang tadi nyangklong di spion Tiger hitam dekat sana (*sambil menunjuk), warnanya hitam kaitnya merah dan ada tulisan putih…”
“Wah, saya nggak tahu mas, tadi sih waktu hujan saya ngerapiin helm-helm yang di sini, helmnya semua saya tutupin biar nggak kemasukan aer, tapi saya nggak ada mindahin helm-helm yang ada di sini mas…“
“Aduh pak, bantu cariin dong… saya nggak bisa pulang nih kalau nggak ada helm…”
Akhirnya daku dan seluruh satpam mencari helm tsb, mulai dari motor ujung utara sampai ujung selatan. Hasilnya: nihil. Helm tidak diketemukan.
“Waduh, gimana dong ini pak, saya jadi nggak bisa pulang kalau nggak ada helm. Ntar saya dicegat polisi lagi…?” (Daku mulai bingung)
“Gimana yah mas, saya juga nggak tahu… ini saya pinjamin helm saya dulu… dugaan saya helm mas ketuker sama helm orang lain, kan helm di sini kan ada banyak, motor keluar masuk juga ada banyak. Kita ga bisa ngawasin satu-satu.”
“Hah..?” (dalam hati bingung, ini satpam kok jujur amat yah nyeritain keteledorannya)
“Yaudah gini aja mas. Pake helm saya aja dulu, besok balikin ya. Dalam beberapa hari ini akan saya pantau, siapa tahu ada pemilik motor yang ngerasa pake helm yang bukan punya dia (alias ketukar) dan mengembalikan helmnya mas. Saya sih yakin enggak ada orang yang niat mencuri helm dengan sengaja disini…”
Akhirnya daku pun pulang dengan memakai helm pinjaman dari satpam. Yah, daku mengambil pelajaran bahwa lain kali helm harus dikuncikan ke motor, jangan cuma dicantolkan saja di spion. Sayang sekali, padahal helm baru beli dan masih bagus, harganya 200-ribuan. Semoga yang mengambil (atau, tidak sengaja mengambil alias tertukar) berbaik hati untuk mengembalikannya.
Semoga helm nya lekas ketemu…. Untung helm baru yang ilang kalo helm lama kan lebih sayang.. banyak kenangannya ..
Hem… kalau saya sudah seringkali kehilangan helm. Padahal sudah dikunci di motor loh!
Semoga ketemu, mas.
@Om Setio Dewo
kayanya udah ga bakalan ketemu lagi nih om
emang jahat2 pencuri sekarang, tega2nya ngambil helm padahal saya sangat perlu. teman saya ada yang helm nya diikatkan (dikunci) ke motornya, malah digunting biar tetap bisa diambil.
Sabar … pencurinya (ma’af, “pengambilnya” …) masih lebih memerlukan itu helm daripada dirimu …
Pingback: Juru parkir nggak jelas « rod-tobing weblog™
Pingback: Tukang Parkir (?) « rod-tobing weblog™