Cari parkir di kampus…

Kali ini saya mau bagi cerita sedikit tentang lingkungan kampus yaitu UI Salemba. Bukan hal yang berat-berat, hanya sekedar pengalaman waktu mau parkir motor.

Beberapa hari yang lalu, saya harus ikut jadwal praktikum yang masuk jam 10 di dept.parasitologi. Dari tempat tinggal di kawasan Rawa Selatan, saya berangkat jam 9.30 naik motor dengan harapan bisa tiba di kampus jam 9.50 dan sepuluh menit sisanya untuk bersiap-siap sebelum praktikum. Biasanya sih cuma butuh waktu lima belas menit untuk sampai di kampus (dengan asumsi jalanan lancar), tapi untuk jaga-jaga maka waktunya diestimasi jadi dua puluh menit. Berangkat..

Syukurlah jalanan lancar dan tidak terlalu lama menunggu di lampu merah. Dari rumah, keluar ke jalan Kramat terus ke Salemba, balik arah di simpang Matraman dan tinggal lurus ke UI. Jalanan tampak kondusif dan bersahabat. Harapan untuk tiba di kampus jam 9.50, bahkan kurang, sepertinya bisa terwujud.

Namun begitu motor kubelokkan ke dalam kampus mau mencari parkir, tampaklah keadaan macet total (di kampus bisa macet? :-D ). Artinya banyak kendaraan, baik pribadi maupun bukan, yang stop-and-go dengan berbagai kepentingan. Ada yang menurunkan penumpang, ada yang menaikkan muatan dan lain sebagainya. Ditambah lagi lebar jalan di kampus ini terbilang hanya ngepas untuk satu mobil saja, maka tidak ada kemungkinan untuk menyalip apalagi ngebut. Akhirnya terpaksa menunggu sampai bisa lewat…

Tibalah di parkiran. Biasanya saya parkir di lingkungan FKG-UI dengan alasan lebih dekat ke ruang kuliah. Tapi sayangnya saat itu parkiran sedang penuh total, bahkan hingga ke bahu jalan. Motor-motor berjubel disusun seperti ikan asin dan susunannya sudah tidak teratur lagi. Mas-mas penjaga parkirnya bilang: “Parkir di sebelah aja dek (FKUI), di sini udah penuh. Sekalian minggir ya, ini mobil mau lewat (sambil menunjuk mobil yang menunggu di belakang motor saya)…” Waduh, okelah kalau begitu…

Pindah ke parkiran di FKUI, situasinya tak jauh beda dari yang sebelumnya (FKG-UI). Malah di sini lebih sumpek, karena parkirannya bersifat one-gate (satu pintu untuk masuk sekaligus keluar).  Motor-motor di dalamnya sudah berjejer rapat, bahkan ada yang diparkir hingga di luar lahan parkir yang diperbolehkan.  Waktu saya tanyakan apa ada tempat kosong di situ, mas-masnya menjawab: “Parkir di sebelah aja dek, di FKG ya…” Walah-walah, apa dia gak tau kalau saya barusan dari sana juga… bagaimana ini, sudah hampir jam 10.00 tapi masih belum dapat tempat parkir :-(

Untunglah pada saat itu ada seorang bapak yang hendak mengeluarkan motornya dari tempat parkir. Tanpa pikir panjang, langsung kubilang: “Mas, saya parkir di situ boleh ya (sambil menunjuk lokasi si bapak tadi)”. Okelah, dapat juga tempat buat parkir. Setelah menunggu si bapak keluar, saya pun memasukkan motor ke situ. Namun ada tantangan lagi: saya harus melewati celah sempit yang dibentuk oleh barisan motor-motor lain yang diparkir sebelumnya… Mengingat waktu sudah mepet, maka tanpa pikir panjang langsung saja saya nyosor ke tempat yang kosong, dengan resiko motor saya ‘sedikit’ bersenggolan dengan pantat motor lain yang sedang diparkir… yah, tak apalah, demi mengejar waktu, hehehe :-D  Setelah motor terparkir dan terkunci dengan aman, langsung ambil langkah seribu menuju ruang praktikum.

Dari pengalaman di atas (ditambah sedikit pengamatan), saya belajar beberapa hal:

Pertama, jangan pernah bawa kendaraan ke kampus di atas jam 8 pagi. Dijamin sulit cari parkir, apalagi kalau datangnya jam 10. Namun untungnya, jam 1 siang ke atas parkiran mulai agak lega karena beberapa kendaraan mulai dibawa pulang pemiliknya…

Kedua, kalau datang ke kampus jam 10 pagi, lebih baik gunakan angkutan umum. Biar gak susah cari parkir.

Ketiga, pintar-pintar mencari tempat kosong. Usahakan menemukan celah sempit di antara jejeran motor untuk bisa parkir. Kalau gak dapat juga, yah…letakkan saja motor di bawah pohon asem, dengan risiko kemalingan :-P

Saya melihat lahan parkir di lingkungan kampus ini semakin sempit (atau pengguna kendaraan yang semakin banyak? Gak tau ah..). Mungkin dari pihak pengelola bisa mempertimbangkan untuk menambah lahan parkir yang tersedia, supaya kendaraan yang masuk bisa parkir dengan baik. Itung-itung kan menambah pemasukan juga dari retribusi parkir. Baik juga, kalau misalnya dari pihak pengguna parkir untuk mempertimbangkan apakah membawa kendaraan atau tidak. Dengan beralih menggunakan layanan angkutan umum, misalnya. Kalau misalnya jarak rumah-kampus bisa diakses dengan angkutan umum, mengapa tidak? Saya sering naik angkutan umum kalau tidak ada keperluan yang mendesak, hehehe.. Atau mungkin usulan yang lebih dahsyat, yaitu memindahkan kampus FKUI ke Depok, seperti yang sudah dicanangkan selama ini? Bisa dibayangkan betapa luasnya lahan yang ada di Depok untuk dijadikan parkiran, hehehe :-D

5 thoughts on “Cari parkir di kampus…

  1. Pingback: Kehilangan helm, duh! « rod-tobing weblog™

  2. Pingback: …ketinggalan handphone… | rod-tobing weblog™

  3. Pingback: Tukang Parkir (?) « rod-tobing weblog™

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s