Tragedi Burke dan Hare: potret suram dunia kedokteran anatomi

Tragedi Burke dan Hare merupakan serial pembunuhan berantai yang memakan tujuh belas korban (sebenarnya enam belas

Topeng mati Burke (terbuat dari kulit wajah asli Burke) dan topeng hidup Hare

Topeng mati Burke (terbuat dari kulit wajah asli Burke) dan topeng hidup Hare

korban, satu lagi sudah dalam keadaan meninggal), yang mana setelah meninggal tubuh korban tersebut dibawa kepada seorang dokter (anatomist) Robert Knox dari Medical School University of Edinburgh untuk selanjutnya dipotong-potong (dissected) dan dipelajari struktur anatomisnya.

Sketsa William Burke

Sketsa William Burke

Dilihat dari namanya, jelas bahwa pelaku utama pembunuhan berantai ini adalah Burke dan Hare, atau lebih lengkapnya William Burke dan William Hare. William Burke (1792-28 Januari 1829) dilahirkan di Urney, Irlandia Utara. Penampilannya pendek, tampan, dan disukai banyak orang. Setelah mencoba berbagai macam pekerjaan di tanah asalnya, pada tahun 1817 ia bermigrasi ke Edinburgh, Scotland dengan meninggalkan istri dan dua anaknya untuk mencari penghidupan yang lebih baik sebagai buruh di Union Canal. Di Edinburgh ia menikahi Helen MacDougal dan setelahnya ia mencoba berbagai macam pekerjaan, antara lain sebagai buruh kasar, penjahit, tukang roti, hingga tukang sepatu. Adapaun William Hare kurang diketahui identitasnya, seperti tanggal kelahirannya yang bervariasi, 1792 atau 1804, serta tempat kelahirannya yang disebut-sebut Newry atau Derry, Irlandia Utara. Sama seperti Burke, ia juga meninggalkan tanah kelahirannya untuk bermigrasi ke Scotland dengan bekerja di Union Canal. Di Scotland ia berkenalan dengan seorang pria bernama Logue, dan setelah Logue meninggal tahun 1826 ia menikahi janda Logue bernama Margaret Laird dan tinggal bersamanya di penginapan milik Margaret, Tanners Close, Pelabuhan Barat

Sketsa William Hare

Sketsa William Hare

Edinburgh. Pada tahun 1827, Burke dan MacDougal pindah ke Tanners Close, dan segera Burke dan Hare berkenalan dan berteman baik. Meskipun keduanya adalah pekerja keras, mereka berdua memiliki kebiasaan yang kurang baik yaitu meminum minuman keras bersama-sama; dan dalam keadaan mabuk, Hare yang biasanya pendiam memiliki kecenderungan untuk melakukan kejahatan. Sedangkan Burke mengaku kepada Hare bahwa ia adalah mantan polisi.

Awal mula pembunuhan berantai tersebut sangat kebetulan: seorang pensiunan bernama Donald yang menyewa di penginapan Hare meninggal pada 29 November 1827 dan menyisakan utang sewa sebesar £4. Untuk melunasi utang tersebut, sesaat setelah upacara pemakaman, Burke dan Hare menggali kuburannya dan menjual mayatnya kepada Medical School University of Edinburgh; ini adalah awal perkenalan mereka dengan dr. Robert Knox, seorang anatomist yang mengeluhkan bahwa suplai mayat (kadaver) untuk dipelajari setiap tahunnya sedikit sekali, hanya dua atau tiga buah pertahun mengikuti jumlah penjahat kriminal yang dihukum mati setiap tahun, sebab peraturan saat itu memungkinkan hanya penjahat yang dihukum mati saja yang boleh dijadikan bahan eksplorasi anatomi oleh dokter-dokter di Edinburgh. Kepada Burke dan Hare, dr. Knox membayar £7 untuk mayat Donald, dan tidak mempedulikan darimana datangnya mayat tersebut.

Sketsa dr. Robert Knox

Sketsa dr. Robert Knox

Melihat antusiasme dr. Robert Knox, Burke dan Hare melihat adanya peluang bisnis baru; segera mereka mencari orang-orang untuk dibunuh dan dijual kepada dr. Knox. Tidak jelas mengapa mereka tidak mengambil mayat dari kuburan saja. Berikut daftar nama-nama korban Burke dan Hare:

1. Joseph the Miller, seorang penyewa di penginapan Hare. Pada Januari/Februari 1828, Miller menderita demam tinggi. Khawatir hal tersebut akan menjauhkan penyewa lain dari penginapan mereka, segera Burke dan Hare menghabisinya dengan cara menutup jalan nafas dan menjualnya kepada dr. Robert Knox seharga £10. Kelak cara membunuh ini disebut ”burking”. Cara ini memungkinkan mayat dalam keadaan utuh tanpa ada cacat untuk dipelajari.

2. Abigail Simpsons, seorang pensiunan dari Inggris dan penyewa di penginapan Hare. Sesaat sebelum dibunuh pada Februari 1828, Burke dan Hare menjamunya dengan minuman keras dan ketika dalam keadaan mabuk, mereka mencekik Simpsons hingga tewas. Mayatnya dihargai £15 karena dalam kondisi segar.

3. Margaret Laird (istri Hare), mengundang seorang wanita ke rumahnya, membuatnya mabuk, dan kemudian mengirimnya kepada Hare untuk dihabisi.

4. Burke mengundang Mary Patterson dan Janet Brown (keduanya adalah pelacur) ke penginapan, namun Brown kemudian meninggalkan Patterson di sana setelah pertengkaran antara Burke dan MacDougal pecah. Belakangan, Patterson dibunuh.

5. Seorang wanita pengemis bernama Effie. Mayatnya dihargai £10.

6. Dengan menggunakan modus operandi lain, Burke berpura-pura menolong seorang wanita yang sedang diinterogasi polisi di jalanan dengan mengatakan bahwa Burke mengenalnya. Burke kemudian membawa wanita malang tersebut ke penginapan dan menghabisinya di sana. Mayatnya segera dikirim ke University of Edinburgh beberapa jam kemudian.

7. Seorang wanita tua dari Glasgow yang kebetulan sedang bertanya jalan kepada Burke, namun ia malah diajak ke rumah penginapan Hare dan dihabisi di sana bersama dengan cucunya.

8. Cucu dari wanita tua tersebut, seorang anak tuli berusia dua belas tahun. Burke dan Hare sempat bertengkar dengan dr. Knox mengenai harga mayatnya dan mayat neneknya, namun setelah perdebatan alot hanya dihargai £8 perbuah.

9. Kenalan Burke bernama Mrs. Osler.

10. Pada Juni 1828, Burke dan Helen berlibur ke rumah kerabat Helen. Di sini diperkirakan Hare bekerja sendiri, dan memakan korban dua orang yang tidak disebut namanya.

11. Kerabat Helen MacDougal, Ann MacDougal.

12. Mary Haldane (berprofesi sebagai pelacur).

13. Anak perempuan Mary Haldane, Peggy.

14. Seorang anak pincang dan terbelakang mental berusia delapan belas tahun, James Wilson a.k.a. Daft Jamie. Mereka mendapat £10 untuk mayat Jamie.

15. Korban terakhir adalah Marjory Campbell Docherty, yang dibunuh pada 31 Oktober 1828.

Sepak terjang kedua pembunuh tersebut berhenti dengan korban terakhir Docherty. Pada saat itu, Burke mengundang Docherty ke penginapan dengan alasan bahwa ibunya juga memiliki nama (marga) Docherty. Namun niat untuk menghabisi Docherty sempat terhalang karena di penginapan tersebut ada penyewa lain, James dan Ann Gray, sehingga Burke harus menunggu mereka pergi hingga malam. Segera setelah mereka pergi, Burke segera menghabisi Docherty. Tetangga yang berada di sekitar penginapan tersebut mengaku bahwa mereka mendengar keributan pada malam tersebut. Besoknya tatkala Ann Gray ingin mengambil kaus kaki dari tempat tidurnya, Burke melarangnya mati-matian. Saat Burke pergi sejenak dari penginapan tersebut, James dan Ann Gray masuk ke kamarnya dan melihat mayat Docherty di bawah tempat tidurnya. Mereka menjadi panik dan segera berlari melapor ke polisi setempat. Namun MacDougal mencoba menyuap mereka £10 perminggu asalkan tidak melapor ke polisi. Mereka menolak. Setelah polisi datang dan meringkus para tersangka, seorang tak dikenal mengantarkan polisi ke ruang bedah dr. Robert Knox, di sana mereka menemukan mayat Docherty sedang dipotong-potong.

Kerangka Burke (perhatikan terdapat belahan di bagian otak, menandakan mayatnya didiseksi)

Kerangka Burke

Dalam persidangan keduanya, Sir William Rae yang bertindak selaku hakim kesulitan dalam menemukan bukti-bukti yang kuat untuk menjatuhkan mereka. Akhirnya ia menawarkan William Hare kesempatan untuk bebas dengan persyaratan bahwa ia harus setuju untuk mengakui semua perbuatannya, termasuk apa yang dilakukan rekannya William Burke. Dengan iming-iming kebebasan, maka Hare menceritakan semua perbuatan mereka, termasuk perbuatan Burke, sehingga apa yang dikatakan oleh Hare dijadikan dasar untuk menghukum Burke. Burke kemudian dijatuhi hukuman mati; ia digantung di hadapan sekitar tiga puluh ribu orang, lalu mayatnya dibawa ke Medical School University of Edinburgh untuk dipelajari, dikuliti, kerangkanya lalu disimpan di museum sekolah tersebut, kulit wajahnya dibuat jadi topeng, sedangkan kulit bagian tubuhnya yang lain dijadikan sampul buku yang berisi riwayat sepak terjangnya. Pendek kata, William Burke berakhir seperti korban-korbannya yang lain, dibunuh lalu dipotong-potong.

Lalu bagaimana dengan William Hare? Setelah bebas dari tuduhan hakim pada Februari 1829, ia lari ke Inggris dan menjadi pengemis di pinggir jalan. Namun reputasinya yang buruk terlanjur menyebar ke penjuru United Kingdom sehingga ia dikabarkan dibunuh dan dilempar ke mesin penggiling lemon. Sumber lain menyebutkan bahwa ia terakhir kali terlihat di Carlisle, Inggris.

Buku yang sampulnya terbuat dari kulit William Burke

Buku yang sampulnya terbuat dari kulit William Burke

Helen MacDougal kembali ke rumahnya, namun karena ia dikejar-kejar oleh kemarahan orang banyak maka ia pindah ke Inggris. Ternyata di Inggris pun reputasinya yang buruk telah diketahui oleh orang banyak. Dikabarkan ia kemudian pindah ke Australia dan meninggal di sana sekira tahun 1868. Demikian juga dengan Margaret Hare. Karena dikejar-kejar oleh orang banyak, ia pindah ke Irlandia. Namun kabar selanjutnya tidak diketahui.

Sedangkan dr. Robert Knox, yang menjadi konsumen utama dari tragedi tersebut, didakwa tidak bersalah oleh hakim sehingga dibebaskan dengan alasan bahwa ia tidak tahu menahu mengenai asal mayat-mayat tersebut. Namun sanksi moral yang diterimanya dari masyarakat, murid dan koleganya membuat ia kehilangan harga diri; segala lamarannya untuk mengisi berbagai posisi di University of Edingburgh ditolak. Terakhir diketahui ia pindah ke Rumah Sakit Kanker di London dan meninggal pada 1862.

Eksekusi mati Burke

Eksekusi mati Burke

7 thoughts on “Tragedi Burke dan Hare: potret suram dunia kedokteran anatomi

  1. Pingback: Praktek di ruang anatomi « rod-tobing weblog™

  2. Pingback: Yang Mati Yang Berjasa « rod-tobing weblog™

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s